Inilah Yang Harus Dikerjakan Relawan Jokowi Jika Anda Memang Relawan Sejati

Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan setiap kata bisa diganti artinya.

Oleh Stefanus Toni Aka Tante Paku

Pertarungan Pilpres 2019 ini terasa aroma sengitnya dalam kancah nyata maupun maya, kubu Prabowo-Sandiaga Uno sudah mempersiapkan logistiknya untuk merebut suara rakyat dengan kemampuan finansialnya yang besar, lalu tugas apa yang harus dihadapi para Relawan Jokowi yang tersebar di seluruh Indonesia ini?

Walau Partai pendukung Jokowi-Ma'aruf cukup besar, namun mesin partai belum tentu bekerja seperti yang diharapkan, contohnya Ahok, walau didukung banyak partai toh tak terdengar kerumunan massa partai yang terlihat gagah di lapangan untuk membela Ahok, boro-boro kampanye. Ini artinya MESIN PARTAI belum sepenuhnya bisa diharapkan daya juangnya. Entah karena militansinya kurang atau mereka mau bergerak kalau ada bayarannya?

Relawan Jokowi-Ma'ruf yang tersebar di seluruh Indonesia harus fokus pada tugasnya. Ada yang fokus di udara membangun narasi keindonesiaan dengan prestasi Pemerintahan Presiden Jokowi, juga mengabarkan tentang Nawacita II untuk dijabarkan lebih baik lagi, demikian pernah disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Posko Cemara, Jl Cemara 19, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Fokus relawan yang bertempur di darat yaitu menggalang berbagai elemen masyarakat berdasarkan segmen pemilih,  misalnya fokus untuk difabel, ada yang berkonsentrasi untuk kaum perempuan, untuk kaum muda, generasi milenial dan seterusnya.

Artinya relawan harus memiliki basis penggalangan pemilih yang jelas ataupun ruang lingkup. Mereka juga harus siap menghadapi ragam serangan ke pasangan Jokowi-Ma'ruf. 

Harus diakui Sebagai manusia di medsos kita pernah menjadi sosok yang tak beraturan. Bicara sesuka isi hati, bermain sepanjang waktu, bercanda, maunya menang sendiri, saling mengejek dan mengadu domba, kalau kalah ya marah-marah, suka mengambek (merajuk), senang mengancam, lari kesana – kemari, tidak fokus, tak punya arah, belum bisa mengendalikan “kuda liar” yang ada dalam pikiran dan tangan kaki kita. Kalian para Mahasiswa ini di antaranya.

Presiden Jokowi adalah Simbol Negara yang wajib kita (Rakyat/Relawan) jaga demi keutuhan NKRI, jangan mudah EMOSI, cukup dengan berbesar hati. Jika setiap hari ada yang MENCACI beliau, MENCELA beliau, MEMFITNAH beliau, dengan apa saja yang mereka sukai.

Walau mereka sudah melecehkan simbol negara, cukup kita tanggapi dengan cara mereka saja, sekedar menjaga pertemanan sebagai anak bangsa di bawah lindungan Presiden yang sah. Selebihnya bisa menjadi hiburan dan koreksi diri.

Kita harus bersyukur Jokowi diberitakan setiap hari.
Kita harus bersyukur Jokowi diperhatikan setiap hari.
Kita harus bersyukur walau mereka mencaci maki setiap hari.
Kita harus bersyukur dengan cara mereka menyinyiri setiap hari.
Kita harus bersyukur karena mereka mengingatkan setiap hari.
Kita harus bersyukur Jokowi akhirnya selalu di hati
Lepas dari segala kata-kata yang mereka muntahkan setiap hari.

BERSYUKUR adalah cara memasrahkan diri pada Tuhan untuk memberikan kekuatan pada beliau!

Percayalah dengan cara memfintah Presiden Jokowi JUSTRU belia akan dikenang setiap hari, sebagai Presiden yang mampu membuat banyak rakyat BEGITU PERHATIAN dengan bangsa dan negara ini. Hanya Jokowi Presiden saat ini yang mampu membuat rakyat melek politik dengan berbagai analisanya, semua akan memperkaya sudut pandang kita. 

Relawan Jokowi HARUS mengabarkan Presiden Joko Widodo setiap hari tentang apa yang sudah dikerjakan selama ini. Relawan harus terus perbanyak berita positip sesuai fakta dengan kinerja beliau pada rakyat dimana saja berada.

Salam Indonesia Hebat!

Thursday, August 16, 2018 - 00:30
Kategori Rubrik: