Inilah Kesiapan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018, Penjelasan untuk Prabowo

Oleh : Damar Wicaksono

Masih lanjut yang tadi pagi..

Pakdhe Prabowo menyatakan dalam pidatonya kemaren, Vietnam mengalah dari Indonesia dalam hal host ASIAN GAMES.

Ini contoh bahwa beliau kurang membaca. Atau mendapat bisikan yang keliru (lagi).

FYI..

Vietnam (Hanoi), BUKAN MENGALAH tapi MENYERAH. Karena jumlah anggaran yang trlalu besar. Saat itu (2013 akhir), ekonomi dunia sedang berusaha pulih dari krismon 2013. Sedangkan Asian Games harus dilaksanakan 2019, venue2 harus siap pada 2018 awal.

Hanoi tak punya keistimewaan venue2 kelas dunia. Semua harus dibangun dari awal. Tentu saja biaya yang dibutuhkan jauuuuh lebh besar dibanding 32 T yang dikeluarkan Indonesia dalam 3 tahun ini.

Surabaya, yang kalah dari Hanoi pada bidding ASIAN GAMES 2019 pada 2012 sama kondisinya dengan Hanoi. Sehingga saat OCA (Lembaga Olimpiade Asia) menawarkan kepada Indonesia, Presiden SBY menawarkan Jakarta-Palembang sebagai host, bukan Surabaya. Salah satunya akrena request Gubernur Jokowi.

Jakarta punya GBK dan belasan GOR dan velodrome berkelas dunia, hanya perlu direnovasi (walo akhirnya Velodrome harus dirobohkan dan dibangun dari awal). Begitu juga dengan Palembang yang gubernurnya (Alex Noerdin) sangat berhasrat dan ambisius. Kompleks Jakabaring sudah teruji sebagai tuan rumah SEA GAMES 2011 dan PON 2004. Jadi kedua kota ini tinggal melengkapi venue2nya dengan fasilitas trkini

Bahkan setelah dilantik, pada akhir 2014, Presiden Jokowi berani meminta ASIAN GAMES dimajukan setahun menjadi 2018. Karena pertimbangan 2019 akan sangat sibuk sebagai tahun pileg dan pilpres.

Jika dirunut sedikit, total biaya untuk infrastruktur yang berkaitan langsung dengan berjalannya acara memakan 10 triliun. Untuk renovasi wisma atlet 7 triliun. Biaya pembangunan dan perbaikan di Stadion Jakabaring dan di Jakarta sendiri hampir 3 triliun

Sementara itu, untuk pembangunan infrastruktur jangka panjang di Palembang dan Jakarta, masing-masingnya butuh biaya sekitar 7 triliun dan 10 triliun.

Total keseluruhannya 27 triliun, kemudian ditambah 4,5 triliun dari pemerintah untuk penyelenggaraan. Selain itu, masih ada juga pemasukan lewat promosi dan sponsorship yang bisa membantu pemerintah. Butuh lebih dari 30 triliun kalau ditotal semuanya

Dan awal tahun ini, dari sponsor kakap internasional dan lokal, diperoleh 1,5 T. Sehingga biaya 4,5 T di atas (utk penyelenggaraan dari pembukaan sd penutupan) itu hanya 3 T yang dari saku APBN.

Sedangkan 27 T untuk infrastruktur, salah satunya sudah jelas wisma atlet di Jakarta dan Palembang akan bisa dimanfaatkan untuk rusunawa bagi warga kurang mampu. Bisa menampung 20rb KK. BESAR SEKALI

Sedangkan proyek LRT di kedua kota sudah jelas ngga usah ditanya kemanfaatannya setelah event. Bahkan LRT Palembang akan membuat iri kota metropolitan lain. Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, Makassar mash harus berjuang memperbaiki pelayanan moda transportasi massalnya.

Udah gitu aja. Capek ngetiknya

Begitulah pakdhe Prabowo.

Sumber : Facebook Damar Wicaksono

 

 

Thursday, March 29, 2018 - 15:30
Kategori Rubrik: