Inilah Kekuatan Prabowo - Sandi Hadapi Pilpres 2019

Ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Sudah jelas bahwa pemilihan presiden 2019 mendatang hanya akan diikuti 2 pasang yakni Ir Joko Widodo – KH Ma’ruf Amien dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Jokowi – KH Ma’ruf didukung mayoritas partai besar seperti PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, PSI, PKPI dan Perindo. Sementara Prabowo – Sandiaga didukung 4 parpol medioker yaitu Gerindra, PKS, PAN serta dukungan setengah hati Demokrat. Mengapa Prabowo – Sandi tetap maju untuk bertarung melawan petahana? Benarkah mereka memiliki keyakinan akan unggul dalam Pilpres?

Inilah potret keunggulan mereka yang bisa kita lihat :

1. Prabowo berpengalaman dalam Pilpres karena terbukti sudah 2 kali ikut Pilpres. Pertama sebagai Calon Wakil Presiden pada tahun 2009 serta menjadi Capres berpasangan dengan Hatta Rajasa 2014 lalu. Ini membuktikan bahwa bertarung sebagai kontestan Pilpres sudah tak perlu diragukan lagi. Misalnya soal administrasi pendaftaran, bagaimana harus berkampanye, bagaimana membentuk tim kampanye, tak diragukan lagi.

2. Memiliki Calon Wakil Presiden yang pernah menjabat selama 10 bulan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ini setidaknya menjadi modal penting bagaimana cara menempatkan diri sebagai pendamping, bagaimana mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang meninggalkan rasa penasaran masyarakat. Sandiaga juga pencetus OK OC yang hingga kini sudah beberapa OK OC Mart tutup. Hal itu menjadikan pembelajaran bagaimana mengkampanyekan program yang memenangkan dirinya, meski hasil akhirnya tidak sustainable.

3. Keduanya didukung Gerindra yang, Parpol yang sejak didirikan terus menerus menjadi oposisi pemerintah. Kemampuan jadi oposisi ini menempatkan Gerindra sebagai parpol yang memiliki stok kritik-kritik yang banyak. Pun ditingkat daerah, tidak banyak kader mereka atau kepala daerah yang mereka dukung memenangkan Pilkada. Salah satunya ya Jokowi Ahok yang kini akan bertarung melawan Pembina partainya. Sedang Gubernur DKI yang sekarang, Anies Baswedan cukup dikenal dengan penataan kota yang tidak jelas konsepsinya.

4. Ada PKS yang mendukung pasangan ini dan mereka terbiasa mengelola isu yang ramai di sosmed. Tidak masalah isu itu melanggar hukum atau ditentang masyarakat. Buktinya gerakan tagar GP ditolak diberbagai wilayah, PKS berpengalaman untuk tetap terus. Bahkan mereka terbiasa cuek dan tak bertanggungjawab melihat Susi Ferawati yang jadi korban persekusi di CFD Jakarta oleh massa memakai kaos TGP. Atau membiarkan mahasiswa korban pemukulan massa TGP di Makassar. Atau kampanye TGP didomplengi HTI, Ormas yang dibubarkan pemerintah dan resmi dilarang, Mardhani sebagai orang PKS sama sekali merasa tidak bersalah. Bahkan mengatakan itu hak Ismail Yusanto, Humas HTI yang menyuarakan ganti sistem dalam rekaman kampanye pendek TGP

5. Dukungan PAN juga penting, sebab dengan adanya partai matahari terbit ini memudahkan Amien Rais dikutip oleh media. Pernyataan AR yang menghiasi media massa merupakan komentar-komentar yang dibutuhkan Prabowo Sandi untuk makin melambungkan nama mereka tanpa memperdulikan apakah pernyataan itu merugikan atau tidak. Misalnya ada kubu didukung dajjal, partai Allah dan partai setan, Allah akan malu jika TGP tidak didengar dan lain sebagainya.

6. Memiliki Tokoh-tokoh yang mampu memerahkan telinga massa, sebut saja Neno Warisman, Ahmad Dhani, Sugi Nur Raharja, Mustofa Nahra dan lain sebagainya. Mereka lekat dengan tuduhan-tuduhan ngawurnya. Misalnya Neno Warisman dibeberapa tempat mengumpamakan Pilpres sebagai perang badar, pemerintah mendukung pernikahan sejenis. Ahmad Dhani mengungkapkan ganti ideologi itu sebagai hak, Sugi yang mengaku ulama tapi mulutnya penuh caci maki atau Mustofa, seleb tweeter dengan postingan hoaxnya.

7. Telah menyiapkan media berbahasa Inggris yang kesannya terbitan luar negeri padahal sesungguhnya merupakan produk lokal. Melihat media mingguan ini, topiknya tidak jauh berbeda dengan Obor Rakyat versi Pilpres 2014. Bahkan telah diakui bahwa orang-orang dibalik Indonesia Observer merupakan orang-orang dekat Prabowo.

Itulah 7 daftar keunggulan pasangan Prabowo Sandi yang saat ini sudah mulai melakukan pemanasan baik secara langsung maupun tidak langsung. Di media sosial, sudah sejak 2014 tidak pernah berhenti perseteruan antara 2 kubu. Yang jelas, pengalaman penting yang tidak bisa disamai oleh kubu Jokowi – KH Ma’ruf, kubu Prabowo Sandi terbuktu berpengalaman atau terbiasa kalah. Ini pengalaman yang akan sulit ditandingi oleh Capres manapun

Monday, September 10, 2018 - 21:15
Kategori Rubrik: