Inikah Alasan Diskotik Colloseum Dapat Penghargaan Gubernur DKI?

ilustrasi

Oleh : Han Dyani

Aku punya pelanggan seorang PL di Club karaoke yang kelas standar... Tiap hari dia makan di kedaiku ampe jadi akrab dan aku jadi sering nanya2 tentang dunia perkarokean tanpa ikut campur masalah pribadinya...

Berapa rata2 tamu2 itu menghabiskan uang untuk karokean termasuk booking PL...??
Booking PLnya kalo 1 voucher ( cuma nemenin nyanyi + minum ) 800 rb... Si PL kebagian 50% dan 50% nya buat klub karaoke...

Kalo 2 voucher ( plus2 ) 800 rb × 3 + 1,5 jt...
Harga minuman perbotol rata2 1,5 jutaan...
Dalam beberapa jam tamu yang dateng ( kebanyakan rombongan 3 - 4 orang ) bisa abis ampe 10 - 15 juta lebih...
Kalo booking buat plus2 bisa lebih lagi...
Itu lom termasuk tip buat si PL atau 'bunda' yang membawahi PL...
Dan yang dateng ke tempat karaoke itu rata2 para pengusaha/ kontaktor yang sedang mengentertain para kliennya

Coba bayangin brapa pendapatan 1 tempat karaoke ( klub malam ) dalam semalam aja... Brapa pajak yang disetorkan ke kas daerah...

Jadi soal penghargaan yang diberikan oleh gubernur DKI pada diskotik Colosseum anggap aja itu penghargaan atas 'uang setoran' besar yang dibayarkan pada kas Pemprov DKI...
Apalagi untuk diskotek sekelas Colosseum pasti harganya lebih mahal dari karaoke tempat pelangganku bekerja...

" Colosseum itu museum ya...?? " si Entong nanya...
" Iyah Tong... Itu tempat memajang barang2 mahal "

* Ujung2nya tetep soal duit gede *

Sumber : Status facebook Han Dyani

Sunday, December 15, 2019 - 17:00
Kategori Rubrik: