Ini Tho yang Bikin Pemakaman Santoso Ramai Didatangi Orang

Ilustrasi

Oleh Argya Rahman

Saya ingin mencoba untuk membandingkan potret pemakaman seseorang yang benar-benar di anggap telah memperjuangkan atas nama Islam.

Foto atas adl potret pemakaman seorang teroris yang di tembak mati oleh aparat TNI yaitu Santoso alias abu wardah. Sebelumnya masyarakat tidak ada yang kenal dengan santoso. Ia mulai di kenal saat ada pemboman di sarina jakarta. Saat itulah nama Santoso mencuat bak artis dadakan yang di cari-cari oleh Polisi dan TNI. Saat aparat gabungan berhasil menembak mati teroris santoso, masyarakat indonesia sedikit lega karena otak teroris di indonesia itu telah di lumpuhkan. Nah... Saat proses pemakaman santoso, tentunya masyarakat PENASARAN dengan santoso yang akan di kebumikan dan berbondong-bondong untuk mengabadikan dengan ponsel (kemungkinan ada yang lewat naik motor sehingga tidak sempat melepas helm). Jangankan pemakaman santoso, kita masih ingat saat aksi "coboy" yang berbahaya (sewaktu-waktu peluru bisa nyasar ke warga sipil) di sekitar sarina masyarakat malah berbondong-bondong melihatnya.

Di sini para media wahabi (yang pro teroris) mengekspos pemakaman santoso seolah-seolah santoso DI SAMBUT dengan duka yang mendalam dari masyarakat luas dan menganggap santoso adalah seorang syuhada yang gugur di medan perang (mati di jalan Allah). Padahal TIDAK! gampang saja melihat pola masyarakat yang gampang heboh tersebut. Coba kita lihat apabila terjadi kecelakaan di jalan raya, tentunya masyarakat juga berbondong-bondong melihatnya.

Mari kita bandingkan dengan foto di bawahnya. Yaitu saat proses akan di kebumikannya seorang Ulama' besar yang mencintai ummatnya. Yang mensyiarkan Islam dengan cinta damai yaitu Almaghfurllah Habib Mundzir al mussawa. Coba kita lihat yang mengiring jasad beliau, semua kompak mengenakan putih-putih tidak ada yang berhelm. Saat itu yang mengiring beliau bukan dari para santrinya saja, melainkan masyarakat luas yang telah mengenal beliau sebagai mubaligh yang mencintai ummatnya. Karena memang pengikut beliau sudah hampir seluruh indonesia (dari sabang smpai merauke) di dalam payung jama'ah Rasulallah SAW.

jadi, STOP menganggap teroris sebagai pejuang Islam. Kalau tidak ingin Islam di cap sebagai Agama teroris.

Karena Islam adalah Rahmatan lil 'alamin yaitu Agama yang TEDUH bagi ummat manusia.

Wallahu'alam bishaawab..

Tuesday, July 26, 2016 - 17:00
Kategori Rubrik: