Ini "Sindiran Telak" Ni Luh Djelantik Pada Haters Ahok

ilustrasi

Buat kaum juara sensi sedunia yang banyak kirimin saya pesan "horor" ditambah gambar-gambar hoax mengerikan sambil mengata-ngatai saya bahasa Ragunan, terimakasih ya.
Maaf ya mas/mbak/pak/om/adik/kakak, prinsip hidup saya gak bisa diganti. Sampeyan nyuruh saya jualan sandal saja, gak usah ikut-ikutan politik dan sampeyan bilang nanti usaha saya bangkrut kalau gak bisa netral atau kalian juga bilang kalau saya vokal bersuara karena ada unsur titik titik alias saya mau mendompleng jadi ngetop wkwkwkwkwk.
Helloooo...sampeyan baik-baik saja kan?

Dari saya lahir, tumbuh, dibesarkan oleh orang tua saya, diberikan contoh untuk bersikap dan bertingkah laku kebaikan, disekolahkan dan diajarkan guru-guru saya dari Pendidikan Moral Pancasila hingga Sejarah, aktif di Pramuka sampai Gerak Jalan memperingati Hari Kemerdekaan, menyusun persahabatan bersama teman-teman masa kecil saya berbeda agama dan keyakinan, kami rukun serukun-rukunnya.

Hingga saya lulus sekolah, merantau ke Ibukota naik bis malam, dengan satu ransel kecil dan sandal jepit, kuliah sambil kerja, diperusahaan asing dengan teman-teman sekantor dan pimpinan dari berbagai daerah dan agama yang berbeda, tinggal di kos-kosan dengan puluhan anak kos yang berasal dari pulau dan desa yang berbeda, kami rukun-serukunnya.

Jangan bilang kalau pernyataan Ahok yang memecah belah kerukunan itu. Itu lagu lama yang dimainkan satu golongan yang suka menyalakan api agar kerukunan tersebut hilang dan musnah dari bumi kita tercinta, agar keyakinan yang dia anut nantinya akan berkuasa. Gak percaya ? Lihat dan dengar ucapannya dimana-mana.

Seorang Ahok, manusia biasa, yang tak luput dari kesalahan tapi untuk tugas dan pekerjaanya, dia adalah seorang karyawan yang cemerlang, yang memanusiakan manusianya, yang tegas dan tanpa kompromi pada maling uang rakyat yang sebenarnya, yang begitu mencintai keanekaberagaman bangsa kita, dibawah kepemimpinannya sebagai Gubernur, DKI Jakarta mendirikan mesjid untuk umat Islam, mengirimkan penjaga mesjid naik haji, menanggung biaya sekolah para siswa Muslim, dan menggaji santri setara dengan UMP.

Ok, kalau kalian menganggap mulutnya lancang dan salah bicara. Tapi kalau bicara fakta, yang dikatakannya adalah benar bukan ? Jangan ngeles sama saya, lah wong saya punya belasan video dan berita-berita yang memang notabene apa yang disampaikan Ahok itu benar, ayat-ayat dipakai untuk membohongi umatnya dalam proses pemilihan pemimpin daerah.

Helloooo....Ini Pemimpin Daerah, jabatannya. Sejatinya berarti petugas yang melayani rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan daerah dan warga dimana dia bekerja. Ini bukan urusan memilih pemimpin agama atau Imam dalam keluarga.

Sudah paham ?
Baiklah jika masih tetap ngotot kalau dia kalian bilang menistakan agama, tapi apakah kebencian dan sakit hati itu menutupi kerja keras dan baktinya pada kita semua ? Apa kalian pernah membayangkan kalian berada pada posisinya ? Memakai sepatunya sebagai seorang Gubernur sehari saja ? Saya mah gak yakin kalian bisa bertahan lebih dari satu hari, berkutat dengan sedemikian banyaknya hal yang harus kalian selesaikan. Jangankan jadi gubernur, jadi Lurah saja mungkin puyengnya gak ketulungan.

But he is there. He is there for you. He is there with you.
He is working his ass to do his best for the city and the people. And he proved it with his integrity and his professionalism, and the city is getting better each day.
But for you his best is never enough, iya kan ?

Ada sumpah jabatan, dan itu berlaku selama 5 tahun, kalau sudah selesai dan kalian tak percaya lagi ya sudah, dia pasti akan berhenti, kecuali kalau kasus-kasus dugaan korupsi yang kalian koar-koarkan dimana dia terlibat bisa kalian buktikan, mengalahkan keputusan KPK maka kalian bisa pecat dia tidak hormat, masukkan dia kepenjara dan kalian berikan rompi orange itu untuk dia pakai. Tapi semua kasus itu sudah terbukti kan, kalau tidak ada unsur kejahatan yang dia lakukan. Ngeyel kalian memang melebihi ngeyel tingkat Dewa ( maaf ya Dewa jadi bawa-bawa namaMU ).

Ini bukan lagi tentang Ahok si Penista Agama seperti yang kalian teriakkan. Tingkah kalian mencerminkan kebobrokan rasa nasionalisme dan demokrasi yang negeri ini bangun dengan susah payah, bukan oleh nenek moyang kalian saja, tapi juga oleh nenek moyang kami juga.

Dengan pernyataan-pernyataan yang jelas-jelas mengarahkan bangsa ini menjadi bangsa yang tak lagi menghargai rakyatnya yang berbeda agama dan budaya, dan kuping saya belum budeg serta mata saya belum buta untuk tidak mengindahkannya, maka saya punya kewajiban untuk mematahkan setiap pernyataan rasis kalian.

Urusan hidup, rejeki dan mati itu ditanganNYa.
Dimana bumi dipijak disana langit dijunjung.
Selama kami bekerja keras, tau diri dan bisa bersyukur dan berterimakasih atas semua yang kami jalani dalam usaha kami. Usaha yang sudah belasan tahun kami jalankan dengan prinsip dan integritas pasti akan berlanjut.

Kata Tuhan sama saya " kamu saya ciptakan dengan keindahan dari Kuasa saya, pakai dan pergunakanlah untuk memberikan kebaikan pada sesama. Jangan cuma pikirkan asal kamu aman saja, sedangkan diluar sana banyak ketidakadilan yang harus kamu suarakan dan perjuangkan. Karena kamu tidak sendiri didunia ini. Jadilah inspirasi yang membuat orang lain menjadi lebih baik, lebih maju dan bangga menjadi ciptaan Saya, bukannya malah jadi orang yang picik dan segala pembenaran adalah miliknya.

Kamu harus tetap tegar melangkah pada prinsip hidupmu, karena itulah alasan kamu ada didunia ini.

Buat yang tak bisa terima bahwa ciptaan saya sama kedudukannya dimata mereka, nanti biar saya yang nasehati mereka.

Udah siap dikasi nasehat sama Tuhan ?
xixixixi saya pamit dulu ah, sudah waktunya packing dan meluncur menjalankan tugas negara xixixixixi.

Salam sayang untuk kalian semuanya.
Niluh.

Sumber Facebook Ni Luh

Saturday, November 19, 2016 - 15:45
Kategori Rubrik: