Ini Pilpres Bukan Perang

ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Ada beberapa pihak yang melihat pemilu ini sebagai perang. Menganggap pemilu ini lahan trakhir kubunya untuk eksis. Sehingga nampak memperlihatkan narasi2 genting atau menakut2i masyarakat. Trmasuk semburan fitnah kepada Presiden dan penyelenggara pemilu akan berbuat curang

Mungkin temen2 di daerah lain ingin tau situasi pemilu yang mengintimidasi dan membuat gelisah banyak orang. Contohnya trjadi belum lama, di pilgub DKI 2017, trutama putaran kedua

Salah satu contohnya tentu narasi yg sangat mengitimidasi di beberapa mesjid trkait larangan mensolatkan jenazah para pemilih Ahok. Juga penggunaan TOA rumah ibadah untuk menekan dan mengintimdasi warga dengan narasi, "jangan pilih pemimpin kafir" atau "jangan pilih non pribumi sebagai gubernur". Bahkan ada yang dr seminggu sebelumnya sepanjang hari TOA itu berteriak. Trmasuk di gang2 sempit dan juga padat

Sebagian tempat yang trintimidasi itu, pada pilpres 2014 memilih Jokowi sebagai Presiden. Jokowi dipandang humanis dan lekat dengan kesederhanaan. Plus banyak membuat program pro rakyat (yang dirasakan sebagian warga sampai saat ini)

Tapi pandangan itu langsung berubah 180° hanya dalam 2 tahun. Ujaran kebencian, sentimen SARA kepada gubernur Jakarta petahana (Ahok) jelang dan saat pilgub 2017, membuat Jokowi ikut trseret, karena dianggap mendukung Ahok.

Sampe dengan survey akhir tahun lalu, Jokowi yang unggul di Jakarta saat pilpres 2014, masih kalah, walopun telah menggandeng seorang ulama besar sebagai cawapresnya. Isu anti Islam dan juga sebagai kader komunis muncul lagi sebagai narasi yang kuat berakar.

Untung lah, bahwa isu dan sentimen2 itu mereda dalam 2 bulan ini, trlihat dr hasil survey lembaga kredibel ttg pemilih Jakarta. Jokowi nampaknya berhasil mengembalikan raihan suara dan simpati warga kepadanya

Pesan saya kepada saudara2ku di seluruh negeri..

Jangan pernah mau diintimidasi atau ditakut2i untuk memilih capres (berlaku utk pemilih 01 atau 02) trtentu..

Jangan biarkan TOA tempat ibadah digunakan untuk mengutarakan hate speech atau mentintimidasi

Jangan pernah mau diancam di jalan saat akan menuju atau pulang dari TPS

Jangan takut thadap intimidasi dr sekelompok orang yang berencana untuk ngumpul di TPS walo dia bukan warga asli sekitar TPS.

Kita ini negara hukum..

Anda semua harus berani melapor jika merasa diintimidasi atau ditakut2i, bahkan di lingkungan rumah Anda sendiri

Tolong bantu kerja kawan2 yang jd sukarelawan pemantau pemilu dr KawalPemilu atau lembaga kredibel..

Sebaliknya, Anda harus berani memerintahkan keluar atau pergi, orang luar yang datang hanya untuk mengacau. Lha wong kita di lingkungan rumah sendiri

Selamat memperingati Isra' Mi'raj..

Selamat merenung dan melepas pikiran golput

Nasib bangsa ini di tangan suara Anda

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Wednesday, April 3, 2019 - 15:45
Kategori Rubrik: