Ini Kemungkinan Alasan Diamnya Ratna Sarumpaet Atas Penganiayaan Dirinya

Ilustrasi

Oleh : Sahir Nopi

Siapa tidak kenal Ratna Sarumpaet saat ini? Salah satu tokoh gerakan yang bergabung dikubu oposisi pemerintah tak pernah kenal lelah menyerang pemerintah dengan berbagai argument. Walaupun ada banyak kasus, apa yang diungkapkannya tidak selalu benar. Mulai dari soal TKA, penguasaan asset oleh asing, Komunisme hingga terakhir tuduhan ngawur mengenai ditahannya uang mantan raja-raja nusantara oleh World Bank dan hal itu didiamkan oleh pemerintah.

Tiba-tiba seharian tadi sosmed diramaikan dengan berita penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap dirinya. Sungguh itu masuk kategori penganiayaan serius dan biadab. Wajahnya bisa dikatakan mengalami luka cukup berat. Begitu muncul dan viral, ada banyak tanggapan atas kejadian ini. Termasuk diantaranya beberapa keanehan. Misalnya terungkap bahwa penganiayaan Ratna Sarumpaet terjadi tanggal 21 September tetapi baru diunggah tanggal 1 Oktober. 10 hari yang cukup lama. Lantas soal tempat kejadian yang katanya terjadi di Bandara Bandung, Hussein Kartanegara, sudah dibantah oleh pengelola bandara tidak ada kejadian penganiayaan.

Pun pihak aparat keamanan sudah cek disemua rumah sakit Bandung tidak terdaftar pasien bernama Ratna Sarumpaet pada tanggal itu. Otoritas penerbangan ikut memverifikasi daftar penumpang pada Jumat 21 September juga tidak ada nama tersebut. Bahkan masyarakat banyak menscreenshoot akun twitter Ratna yang pada tanggal 21 hingga 25 September masih aktif. Sementara narasi yang dibangun di sosmed, Ratna belum bisa dikonfirmasi karena masih mengalami trauma berat. Ini sebuah keanehan yang luar biasa besar. Dimana-mana dia berani memfitnah pemerintah dengan tuduhan-tuduhan ngawur namun mengapa dia diam seribu bahasa dianiaya begitu? Bahkan tahun 1994, dibawah rezim represif Orde Baru, Ratna Sarumpaet membuat pementasan Marsinah, Nyanyian Dari Bawah Tanah.

Pementasan itu menceritakan tentang seorang buruh perempuan yang tewas dibunuh militer hanya dikarenakan membela hak-hak buruh dan memperjuangkan kebebasan berserikat di pabrik. Sudah jamak pada Orde Baru, intervensi militer ke buruh yang ingin berserikat, berkumpul dan berpendapat. Saat itu militer menjadi kaki tangan pengusaha untuk membungkam sikap kritis karyawan. Makanya menjadi tanda tanya besar diamnya Ratna menerima penganiayaan itu.

Atas kejanggalan tersebut, setidaknya ada 5 kemungkinan atau alasan dibalik kejadian penganiayaan ibunda Atiqah Hasiholan. Alasan tersebut yaitu :

  1. Hoax, alias kabar bohong. Penganiayaan itu tidak benar-benar kejadian senyatanya. Tapi apakah ratna mau pura-pura dipukuli teman sendiri sampai babak belur begitu? Yang jelas, ada banyak cerita orang rela berkorban apapun demi sebuah kepentingan. Pernah tahu ada seorang penjaga masjid pura-pura terikat dan diancam hanya karena ingin honor penjaga masjidnya dinaikkan? Banyak kepura-puraan yang lebih mengerikan jika kita tahu. Biasanya hal ini berkaitan dengan klaim asuransi.
  2. Ratna berbuat salah. Bisa jadi diamnya Ratna adalah karena dia memang berbuat salah. Misalnya menempeleng anak kecil yang kebetulan ayahnya preman atau orang yang secara sosial punya pengaruh besar. Maka dia menerima penganiayaan yang luar biasa dan membuat dia diam seribu bahasa selama 10 hari.
  3. Pelakor alias pengganggu laki orang. Ini salah satu penyebab yang membuat orang bisa berbuat kesetanan dengan penganiayaan begitu. Bisa jadi yang diganggu adalah pejabat berpengaruh sehingga nekad berbuat begitu.
  4. Konflik politik di internal pendukung Capres nomor 02. Hal ini didasarkan pada seluruh parpol pendukung Prabowo diam seribu bahasa bahkan informasi penganiayaan Ratna tak bocor sama sekali selama 10 hari. Bagaimana bisa? Bukankah jika Ratna benar-benar dianiaya oleh orang diluar mereka akan menjadi isu yang seksi?
  5. Upaya mendelegitimasi Pemerintah, untuk menciptakan image bahwa terror sudah menyebar dan Negara sudah tidak aman. Tapi mengapa harus menunggu 10 hari tanpa bicara bahkan hingga kasus ini mencuat di publik? Apakah penggunaan isu penganiayaan tokoh agama atau ustadz gagal sehingga harus ada martir?

Diamnya Ratna juga bisa disimpulkan yang melakukan jelas bukan lawan politik. Mengapa? Selama ini dia bersuara kritis, bahkan sejak 2014 tidak pernah mengalami luka lecet sedikitpun. Padahal dia berfoto dengan Fadli Zon paska penganiayaan tak membuat Fadli koar-koar seperti biasanya. Pun seleb medsos yang suka nyinyir ke pemerintah seperti Zang Wei Jian, Mustofa Nahra, Nanik S Deyang termasuk duo Fachri Hamzah serta Fadli Zon. Lihat video Ratna Sarumpaet diusir oleh warga korban kapal tenggelam? Adakah yang menyentuhnya? Tidak. Tapi apa yang dikatakan di depan wartawan? Membalikkan fakta. Jadi 5 dugaan tadi bisa menjadi penyebab dia dianiaya. Penulis sepakat bahwa pelaku harus diusut tuntas dan dibawa ke meja hijau serta dihukum seberat-beratnya.

Kita tunggu saja perkembangannya

Tuesday, October 2, 2018 - 22:45
Kategori Rubrik: