Ini Dilema Gerakan Selamatkan Lingkungan

ilustrasi

Oleh : Septin Puji Astuti

Dulu sebelum saya kejeblos ke studi-studi lingkungan , saya sering heran mengapa orang yang ngerti lingkungan itu gerakan 'menyelamatkan lingkungannya' kok gak cepat. Setelah nyemplung, saya paham alasannya. Ya, karena ilmunya dalam yang tidak hanya melihat dari satu perspektif saja. Itu yang membuat saya senang menyimak mengapa begini dan mengapa begitu.

Hingga sekarang saya masih ingin menyimak dulu. Karena apa? Apa yang dibilang orang 'gerakan ramah lingkungan' ternyata tetap punya dampak lingkungan dan bahkan klaim bahan alami yang katanya lebih ramah lingkungan itu bisa jadi tetap membebani lingkungan (kalau tak mau mengatakan mencemari). 

Bahkan, aktifitas yang diklaim 'membela' lingkungan bisa saja ternyata lingkungan yang dibelanya sedang tidak sakit karena sudah ada mekanisme kontrol. Jadi memang harus melihatnya lebih dalam dan tidak sekedar asal alami atau asal tidak ada industri. Didirikan Jurusan Teknik Lingkungan dan Teknik Kimia Lingkungan kan tujuannya menyelesaikan masalah lingkungan di industri to?

Masalah lingkungan memang kompleks.
... yang jelas, jika membela lingkungan, harus siap ekonominya tidak maju. Kalau ekonomi tidak maju, jangan menuntut kesejahteraan ekonomi. Karena kesejahteraan lingkungan itu tidak bisa dinikmati sesaat, tapi butuh waktu yang sangat panjang untuk menikmatinya. Asal mau sabar aja.

Masih harus belajar banyak sekali.

Sugeng enjing sederek sedoyo ...

Sumber : Status Facebook Septin Puji Astuti

Monday, May 13, 2019 - 08:45
Kategori Rubrik: