Ini Dia Fakta-Fakta tentang Ahok. Mari Bersikap Adil Mulai dari Pikiran!

Oleh: Thomy Setiawan
 

Seorang Ahok memang beriman Kristiani.

Tapi kebijakan yang dibuatnya amat sangat menguntungkan umat Islam di DKI...

Berlaku ADIL lah...., karena adil itu lebih dekat pada KEBENARAN....

Silakan simak FAKTA ini :

FAKTA, sejak tahun 1945 hingga 15 Gubernur selanjutnya di DKI, hanya Ahok yang punya keinginan dan berhasil membangun Masjid Fatahillah di Balai Kota dengan dana sebesar Rp. 18.8 M.

FAKTA, dari semua Gubernur DKI yang pernah ada, hanya Ahok yang punya kemauan membangun Masjid Agung Jakarta dengan anggaran Rp. 170 M dan total bangunan seluas 2 Hektare di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Ini adalah Masjid Provinsi Pertama yang di miliki DKI Jakarta.

FAKTA, Ahok pun membangun belasan masjid di rusun-rusun, seperti Masjid al-Hijrah untuk Rusun Marunda, Jakarta Utara dan Masjid Al-Muhajirin di Rusun Pesakih, Jakarta Barat.

FAKTA, Ahok membangun pula belasan Mushola di setiap RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak).

FAKTA, dengan niat tulus Ahok meningkatkan fungsi Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) Jakarta Utara sebagai Etalase Keilmuan Keislaman dan Wisata Religi.

FAKTA, Ahok adalah gubernur DKI yang intensif memberikan bantuan ke Masjid-Masjid, Musholla-Musholla dan Majelis-Majelis Taklim yang ada di Jakarta.

FAKTA, SK GUB Nomor 2589 Tahun 2015 (Ahok) agar 118 Musholla, Mesjid dan Majelis Taklim mendapat bantuan sebesar 15 juta s/d 75 juta rupiah.

FAKTA, Ahok mengeluarkan SK GUB Nomor 308 Tahun 2016 agar 125 Musholla, Mesjid dan majelis taklim mendapat bantuan sebesar 15 juta s/d 100 juta rupiah.

FAKTA, atas inisiatif Ahok maka pemprov DKI membeli tanah warga yang ada di sekitar Mesjid untuk dijadikan ruang terbuka hijau dan membuat taman yang nyaman.

FAKTA, atas inisiatif gubernur DKI (Ahok) maka sejak tahun 2016, Kartu Jakarta Pintar diberikan juga kepada pelajar-pelajar sekolah Islam, seperti : Madrasah (dari Ibtida'iyah sampai Aliyah) dengan total anggaran fantastis sebesar Rp2.5 Triliun.

FAKTA, inisiatif Ahok juga untuk memberikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul kepada penerima KJP yang kuliah di Perguruan Tinggi, dengan tiap tahunnya memperoleh Rp.18juta.

FAKTA, Ahok berangkatkan umroh para Penjaga Masjid/Musola (Marbot) dan Makam (kuncen). 30 orang Marbot dan Kuncen Tahun 2014, tahun 2015 Ahok 40 orang Marbot, dan pada tahun ini, Ahok mempersiapkan 50 orang Marbot berangkat Umroh. Rencana pada tahun 2017 akan di berangkatkan lagi 100 orang Marbot pergi Umroh.

FAKTA, DKI Juara Umum Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tahun 2015, dan diberi bonus. Juara 1: Rp 40 juta, juara 2: Rp 30 juta, juara harapan 1: Rp 12,5 juta, dan juara harapan 2: Rp 10 juta, itu juga inisiatif Ahok.

FAKTA, ketika DKI Juara ke-2 Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2016 di NTB, pemenangnya diberi bonus gaji bulanan selama 2 tahun untuk mengajari ngaji, inisiatif Ahok.

FAKTA, selama bulan Ramadhan 2016, Ahok memberi kelonggaran bagi PNS DKI, pulang pkl 14.00 agar bisa buka puasa bersama keluarga.

FAKTA, menjelang Idul Fitri yang baru lalu, harga-harga sembako naik, Ahok berikan kebijakan diskon khusus untuk anak-anak pemegang KJP, bisa membeli daging dari harga Rp.120.000/kg di pasaran menjadi Rp.39.000/kg dengan KJP, agar warga DKI yang kurang mampu pun dapat menikmati dan merayakan Lebaran.

FAKTA, Ahok adalah non-muslim yang setiap tahun rutin memberikan Zakat, Infaq dan Shadaqah. Untuk tahun 2016 ini, zakat Ahok sebesar Rp. 55 juta.

FAKTA, Ahok pula seorang non muslim yang selalu ikut berqurban pada setiap Hari Raya Idul Adha setiap tahun. Pada tahun 2016 Ahok berqurban 55 ekor sapi untuk warga Rusun dan dikirimkan ke masjid, musola dan majelis taklim, dan itu dari dana pribadinya.

FAKTA, hanya Gubernur DKI (Ahok) yang mengapresiasi Guru Mengaji di mesjid-mesjid dengan Gaji UMR DKI Rp. 3.1 juta.

FAKTA, kini Ahok sudah mempersiapkan beasiswa untuk ribuan Santri asal DKI Jakarta yang akan menuntut ilmu di berbagai Pesantren di luar Jakarta.

FAKTA, Ahok adalah Gubernur DKI yang berani dan berhasil menutup tempat-tempat prostitusi, perdagangan manusia, transaksi narkoba dan maksiat, seperti Kalijodo dan beberapa diskotik di Jakarta.

 

(Sumber: Status Facebook Thomy Setiawan)

 

Foto: Kompas/Wisnu Widiantoro

Tuesday, October 25, 2016 - 21:00
Kategori Rubrik: