Ini Daftar Prestasi Hebat Fachri Hamzah

Ilustrasi

Salah satu pimpinan dewan eksponen ’98 in memang fenomenal dan luar biasa. Sangat membanggakan bagi pelaku reformasi yang menjatuhkan rezim Eyang Soeharto yang bercukul selama 32 tahun. Bersama-sama Bung Anas Urbaningrum, Bung Fadli Zon, Bung Adrian Napitupulu, dan banyak lagi. Berdebu, cemas dikejar-kejar aparat saat demo yang waktu itu masih dianggap sebagai perbuatan ekstrimis, beda dengan hari ini, demo seperti hobi. Lihat beda banget kan, sangat luar biasa apalagi mimpin demo saat itu.

· Pimpinan paling cerdas dan kritis

Semua dianggap bodoh bahkan sinting, tidak ada secerdas junjungannya yang menyaingi Albert Einstein. Tidak heran yang dianggap rivalnya akan selalu dikatakan bodoh, tidak mampu, dan sejenisnya. Sayangnya pemilih salah, tidak memilih dia jadi presiden, hanya menghantar jadi anggota dewan dan dengan cerdas menggunakaan kecerdasannya untuk naik menjadi pimpinan. Bagaimana tidak cerdas, suara sangat kecil bisa jadi pimpinan, mempecundangi PDI-P, sebagai pemenang, hebatkan? Jelas kalau tidak mengakui dia hebat berarti sinting.

· Pimpinan paling berwibawa Sangat berwibawa,

Sekali dia omong apapun terjadi. Mungkin kalau dibandingkan dengan Firaun baru berimbang betapa berwibawanya beliau. Mengatakan kodok akan keluar kuda. Memanggil pamdal saja tidak datang. Padahal pimpinan dewan lho, apalagi memanggal anggota dewan. Lha apa pamdalnya sedang tugas luar kota semua? Perlu dipertanyakan pamdalnya, pasti salah mereka tidak merespons sang pimpinan yang demikian berwibawa ini. Layak minta klinik, ternyata pamdal maaf tuli kaget ledakan bom di Tamrin sehari sebelumnya.

· Pimpinan paling cepat dan responsif

Jangan tanya betapa cepat dan responsifnya Bung Fahri ini dalam bereaksi atas ide, kinerja, ataupun apapun yang berkaitan dengan pemerintah dan “rivalnya.” Beliaulah yang menghasilkan tiga dari 37 rancangan kerja untuk produk hukum. Cepat kan kinerjanya. Belum lagi kalau presiden membuat keputusan, kegiatan, ide, dan sebagainya. Lebih cepat lagi, ketika menghentikan Bung Akbar Faisal dari anggota MKD. Tanpa ba bi bu langsung teken, dan anggota MKD tidak bersidang. Tidak ada pimpinan segesit beliau.

· Pimpinan paling melindungi kewibaan dewan

Di bawah kepemimpinan beliaulah dewan yang mulia itu ada di dalam kewibaan. Brimob datang dilarang. Aneh bin ajaib sedetik sebelumnya diam saja ketika menggeledah kantor rekannya dari PDI-P. Hebat kan berani membentak orang yang dilindungi oleh brimob bersenjata lengkap. (Padahal kosong, he..he....) makanya, diam saja. Selalu berlindung dari UU MD3. Hebat pokoknya, karena tidak bisa bangga dengan Uulain, selain yang sebiji itu. Ha....ha.... Tidak heran ketika bioro hukum , MKD, setjen tekah mengizinkan beliau tidak terima digeledah dengan adanya brimob. Semua abai dan lalai menjaga wibawa dewan, kecuali beliau.

· Pimpinan yang paling setia di dalam kolegial dewan

Jangan ditanya kesetiaan akan kolegial mereka. Namun hanya dengan Pak Setya dan Bung Zon, dengan Pak Agus dan Pak Tjatur keliahtannya gak kenal. Pimpinan yang lima ini dalam kenyataannya hanya tiga kog yang kerja (berisik). Sepak terjangnya mengalahkan semua pimpian dewan selama ini. Apalagi kalau di antara mereka bertiga yang melenceng, melakukan tindakan yang dianggap aneh bagi warga negara yang waras oleh beliau akan menyatakan benar dan yang waras itu sebagai yang salah.

· Pimpinan atas semua lembaga negara

Dewan ada pada posisi yang paling hebat lah, presiden bodoh, KPK super body perlu dibubarkan,lembaga lain salah panggil, gak ada yang boleh menyentuh dewan, karena dewan itu imun, hebat, gak pernah salah, paling produktif dibanding lembagaa lain, dan pokoknya paling dan gak ada lembaga lain yang sama dengan lembaganya.

Itulah hebatnya Bung Fachri, apakah layak diganti selaku pimpinan dewan? Parpolnya sendiri gerah, apalagi yang melihat. Sayang lho muda, hebat, bersih, dan berani begitu diganti. Kinerjanya sangat profesional, gak kenal takut apalagi bom, cuma brimob bersenjata saja yang salah. Prestasi moncer lho,kalau diganti gak ada yang bisa memiliki kelengkapan seperti beliau. Salam Damai

Oleh Susy Haryawan (Kompasiana)

 

Monday, January 18, 2016 - 00:15
Kategori Rubrik: