Ini Anakku Atau Anak Orang Se Kolam?

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

"Mas saya hamil," kata sang istri berbinar.
"Eits nanti dulu, kita harus test DNA dulu, apa itu benar benihku atau benih si Budi, Arman, Ucok, Nassarudin, Karyudi yang renang bareng kamu kemarin," kata suami

Dialog di atas terjadi di keluarga Kadrun mualaf. Hal itu akibat sang suami terpapar ujaran Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty.

Saya tidak tahu bagaimana mungkin orang sekualitas Sitti Hikmawatty bisa dipilih menjadi Komisioner KPAI. Saat orang bodoh beraliran sunnah wal kadruniyah diberikan kekuasaan maka kita tunggu saja kerusakan yang terjadi. Mereka akan bebas berhalusinasi secara liar dengan menggunakan kekuasaan negara. Paparan pendapatnya akan merajalela memenuhi otak kaum kadrun dan dianggap dogma kebenaran.

Lebih parah biasanya ada indikasi kuat logika jeblok Sitti Hikmawatty akan disebarkan dan diamplifikasi oleh para "Ustadz dan Ustadzah" kaum mereka dan dipaksakan dilesakkan ke relung terdalam pemahaman kaum kadruniyah. Dan seperti pengembangan network multi level marketing, informasi sesat Sitti Hikmawatty akan beranak pinak menyebar liar tak terkendali.

Ini fenomena yang terjadi di negara kita tercinta. Saat narasi berbusa-busa mengalahkan nalar dan logika. Salah satu pihak yang harus kita persalahkan dengan terpilihnya Sitti Hikmawatty adalah anggota DPR RI yang kebobolan meloloskan dia menjadi Komisioner KPAI.

Saya tidak bisa membayangkan seberapa besar kerusakan mental anak-anak Indonesia saat orang-orang sekualitas Sitti Hikmawatty diberi kuasa dan otoritas untuk menentukan nasib anak Indonesia. Anak-anak Indonesia bukan di bawa ke arah kemajuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, tapi malah di ajak berjalan mundur ke masa saat Mpu Gadring masih berjaya membuat keris untuk Ken Arok.

Bisa juga akan terjadi nanti suami Sitti Hikmawatty akan bertanya padanya:
"Umi Sitti, si Zubaedah itu yakin anak saya atau anak orang se-kolam ? Bukankah waktu itu Umi belum dapat hidayah dan masih suka berenang pakai bikini di Acol ?"

Lalu umi Sitti tersedu-sedan sambil mengingat-ingat:
" eh iya bukankah waktu itu saya memang berenang bareng Aliando dan Gustavo.
Jangan-jangan......."

Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Monday, February 24, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: