Ini Alasan Warga Bodetabek Berterima Kasih Pada Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Berdasarkan data Kemenhub, jumlah komuter yang masuk ke kota Jakarta setiap hari (dari arah Tangerang Selatan/Kota/Kabupaten, Bekasi Kota/Kabupaten, Depok dan Bogor Kota/Kabupaten) adalah 2,8-3,1 jt. Jumlah itu akan terus meningkat menjadi 3,2-3,4 jt pada 2020.

Saat ini, KRL yang mencakup 6 rute ke sekeliling penjuru Jabotetabek mampu mengangkut 950rb-1,05jt komuter. Sisanya? Masih harus berjibaku dengan kendaraan pribadi atau bus lewat tol atau arteri

Seiring selesainya MRT Tahap 1, akan mampu mengangkut 170-180rb komuter dari arah Jaksel dan Depok-Tangsel (Bintaro, Ciputat dan Pamulang). Sedangkan 2 ruas LRT antar provinsi (Cawang-Bekasi Timur dan Cawang-Cibubur) dan 1 ruas dalam provinsi (Cawang-Dukuh Atas), ketiganya milik pusat, diprediksi mampu mengangkut 400rb komuter.

Jadi..
Tambahan kapasitas transportasi massal yang dibangun sejak akhir rezim SBY dan diinisiasi gubernur Jokowi pada 2013 (MRT) dab 2015 (LRT) pada 2019 nanti baru 600rb. Ditambah kapasitas KRL yang akan terus menuju 12 rangkaian per kereta, sebanyak 1,2jt, maka kapasitas komuter yang bisa ditampung beranek jenis kereta itu "baru" 1,8jt.

Tapi..
Jumlah 1,8jt itu sudah sangat signifikan mengurangi jumlah mobil beredar. Misalnya, orang2 Cibubur akan rela2 saja membayar 12rb dikali dua, naik LRT. Daripada makin tua di tol Jagorawi yang sangat padat

Kalo MRT (dari Lebak Bulus) bisa diperpanjang sampe Bintaro bahkan Serpong, kayaknya bisa banget nambah daya angkut sejumlah 100rb. Lalu LRT Cawang-Cibubur diperpanjang sampe Bogor (nambah 25 km), pasti akan nambah kapasitas angkut ratusan ribu komuter

Setelah itu, jumlah bus TransJabodetabek juga harus terus ditambah. Perlu ratusan mungkin, tapi sangat masuk akal.

Pajak pembelian mobil juga kudu dinaikkan. Dan barangkali pemerintah pusat harus terus menawarkan runusawa dan apartemen MBR. Sehingga komuter kelas menengah didorong menghuni rumah vertikal

Sedangkan warga internal Jakarta rasanya perlu dilayani dengan jalur kereta bawah tanah yang masif. Butuh waktu tapi masuk akal.

Maksud saya, kalo MRT tidak dimulai pada 2013, LRT pada 2015, rasanya prediksi kemandekan mobil di jalan raya pada 2024 akan trrcapai lebih cepat

Untuk itu, layak kita berterima kasih kepada Presiden SBY dan Jokowi, yang sadar betapa puluhan juta warga dan komuter Jabodetabek perlu dikelola

Semangat Pak pemerintah!

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Monday, February 5, 2018 - 20:00
Kategori Rubrik: