Ini Alasan Hermansyah dipindah ke RSPAD Gatot Subroto

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Pilihan pihak keluarga Hermansyah yang luka parah dikeroyok di tol Jagorawi dirawat di RS Gatot Subroto sangatlah tepat. Bukan soal keamanan karena Kadispenad menegaskan tidak ada pengamanan khusus, apalagi dikaitkan rumor bahwa TNI berinisiatif melindungi pakar pakar telematika itu. Tetapi karena Rumah Sakit tentara ini punya keahlian khusus dalam menangani korban luka- berat. Jadi jangan terlalu jauh berspekulasi apalagi mencoba mengadu-adu TNI dan Polisi. Ini sebuah perilaku yang keji dan tentu saja tidak Islami.

Gatot Subroto adalah Rumah Sakit (RS) terbesar kedua di Indonesia. RS ini sedikitnya mempunyai 437 dokter dan lebih dari 1000 perawat. Dari jumlah itu, ada sekitar 60 dokter ahli bedah, 50an dokter penyakit dalam, 40an dokter ahli syaraf serta sekitar 10 dokter pakar rehabilitasi medik.

Selain itu, Gatot Subroto adalah pusat penanganan para prajurit TNI yang terluka termasuk rehabilitasi medis, jika mereka cacat. Jadi para dokter bedahnya punya spesialisasi khusus mengobati orang-orang yang terluka berat, termasuk para dokter penyakit dalam dan ahli syarafnya.

Dengan demikian, diharapkan Hermansyah cepat sembuh dibawah para dokter yang sudah sangat ahli menangani trauma luka. Kita juga berharap jajaran kepolisian cepat menangkap para pelaku pengeroyokan agar segera terungkap motif para pelaku.

Kepada kawan-kawan FPI, Alumni 212 dan sebagainya, kita menghimbau untuk tenang dan tidak menduga-duga apalagi berspekulasi bahwa pengeroyokan itu ada kaitannya dengan kasus Rizieq Shihab. Bukankah Rizieq dan Bahtiar Nasir sudah bilang bahwa semua pihak harus bantu polisi ? Bukankah Bahtiar Nasir bilang kasus pengeroyokan Hermansyah tidak terkait dengan kasus chat mesum yang menyangkut Rizieq. Masak himbauan dua mereka ini tidak kalian turuti? Apa kata dunia ?

Menduga-duga sambil mengkait-kaitkan hal-hal yang belum pasti apalagi ini adalah konspirasi adalah sebuah tuduhan yang terlalu dini. Lebih ngawur lagi jika ada yang bilang, dalang pengeroyokan dan pembacokan itu adalah PKI. Yang benar saja.

Yang paling penting, jangan gampang mencaci polisi. Bagaimanapun, satu-satunya instrumen dinegara ini yang punya sumber daya yang diandalkan untuk mengusut kasus ini adalah polisi. Kalian tidak akan mampu mengejar pelakunya tanpa mereka. Pelaku juga tidak bisa dikutuk lewat sumpah mubahalah supaya tertangkap, mengalami nasib sial atau modar sekalian. Hanya polisi yang bisa bikin mereka tertangkap dan menyerah.

Satu hal lagi, Hermansyah bukanlah saksi ahli karena perkaranya belum lagi masuk pengadilan. Dia hanyalah narasumber yang bisa menjadi saksi ahli. Itupun jika jaksa dan hakim menyetujui. Itupun jika Rizieq bersedia diperiksa untuk kemudian diadili. Jadi selama Rizieq masih di luar negeri, Hermansyah bukan siapa-siapa.

Jadi jika kalian ingin Hermansyah jadi saksi ahli, bujuklah Rizieq untuk kembali.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Monday, July 10, 2017 - 16:15
Kategori Rubrik: