Ingkar Janji Keberpihakan?

ilustrasi

Oleh : Ricke Senduk

Apakah yng berpenghasilan Rp.14, 8 juta  per bulan adalah golongan berpenghasilan rendah?  D,E ? 
Sempat bingung juga saat kampanye Anies bilang, 41% rakyat belum punya rumah karena penghasilannya kecil , lalu ia janjikan rumah DP 0 %.

    Di Jakarta mana ya ada lahan untuk rumah tapak sebanyak itu ?
Hal yang sama ditanyakan Ahok pada debat Pilkada. Berikutnya, Ahok tanya, untuk penghasilan Rp 3 juta atau Rp 7 juta?

   Memang. Karena kalau bicara rakyat kecil, berarti penghasilannya  Rp. 3 juta. Tapi mau hidup pakai apa? 
Saat itu Ahok bicara tentang program rusunawanya dengan sewa bulanan murah. Ahok tidak mau menjanjikan yang muluk muluk. Ia  bicara napak bumi dengan melihat kenyataan yang ada . Kemudian Ahok bertanya lagi sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Tapi jawaban Anies mbulet..let..
Bahkan pada sesi lain Ahok sempat memberi hitungan secara kasar dan menegaskan bahwa yang Anies janjikan tidak mungkin.

Dengan entengnya Anies jawab, ini tipe Gubernur yang pesimistis.
Lalu Anies tunjukan keoptimisannya . Semua bisa diatasi. Solusinya menggandeng bank ini bank itu sebagai keberpihakannya pada rakyat kecil.

Pada kenyataan hunian itu bukan lagi untuk rakyat kecil dengan penghasilan UMR. 
Karena dari Rp. 7 juta, malah naik lagi untuk yang berpenghasilan Rp, 14, 8 juta per bulan. Dan itu untuk rusunawa. Tidak masuk akal.

Siapa yang mau beli?
Apalagi kasus dugaan mark up-nya  gila gilaan, orang pasti mikir. 
Lebih baik beli di tempat lain.. 

      Dii pinggiran Jakarta, banyak apartemen yang sudah jadi yang dibangun oleh developer terpercaya. Tanpa DP, tanpa bunga cicilan. Tenor bisa dibicarakan. Tinggal pilih.

Soal bagaimana nasib selanjutnya dan berapa besar kerugiannya semua bisa ditanyakan pada yang  optimis. Betul tidak Gub ?
https://m.cnnindonesia.com/.../mencla-mencle-anies-urus...
Sumber : Status Facebook Ricke Senduk/bintaro.

Sunday, March 21, 2021 - 12:00
Kategori Rubrik: