Ingin Masuk Islam

ilustrasi

Oleh : Nisa Alwis

Waalaikumussalam... Hampir tengah hari dua tamu saya pun tiba. Secawan es teh ikut menyambut mereka penawar dahaga. Kami saling mengenalkan diri dan seperti mendapat saudara. Tamu saya mulai menyampaikan situasi yang sekian waktu meliputi hidupnya. Sampai pada titik ide bahwa dirinya: ingin masuk Islam.

Saya menghormati kedatangannya. Selama ini di media sosial, saya lebih banyak campaign seputar nilai-nilai universal kemanusiaan. Bukan memposisikan diri sebagai pendakwah atau ustazah. Justru itu menurutnya, alasan jauh-jauh ia datang. Untuk silaturahmi, merasa masuk bila berdiskusi. Baiklah.

Kami pun saling menyimak dan berbagi pandangan seputar agama, spiritualitas dan kehidupan. Sampai kilas sejarah, pro-kontra gejala kekinian, juga pahit-pahitnya realitas beragama ikut dikupas. Agar sebuah keputusan tak berbuah penyesalan. Camilan manis dan kacang-kacangan jadi selingan iklan, penyela obrolan berat jadi ringan. I learned a lot from them.

Agama adalah ihwal pribadi, sangat private. Sesuai pengalaman, perenungan dan harapan di kehidupan. Bahwa tujuan hidup adalah untuk bahagia: sila memilih jalan kebahagiaan itu sesuai kesadaran yang sampai. Sobat anonim saya ini, bismillah memilih jalan berislam. Ia ingin menggali kearifan Islam, yang selaras dengan landasan: "rahmatan lil'alamin"...

#AhlanWasahlan

Sumber : Status Facebook Nisa Alwis

Monday, November 4, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: