Infrastruktur, Tidak Pake Lama

Ilustrasi

Oleh : Rijal Mumazziq

Naik bis Restu Panda jurusan Surabaya- Ponorogo via tol, malam Rabu kemarin, adalah salah satu perjalanan menakjubkan yang pernah saya alami.

Biasanya, lama perjalanan berkisar 5-6 jam. Tapi malam itu, hanya ditempuh 2,5 jam. Apakah Restu Panda pakai mesin F-22 Raptor? Atau, sopirnya ternyata Vin Diesel yang sedang menyamar menjadi Hartoyo? Tidak, Ferguso. Kecepatan perjalanan ini dicapai karena sopir memanfaatkan jalan tol. Benar-benar bis ekonomi dengan kualitas Patas. Surabaya ke Madiun hanya ditempuh 2 jam. Sisanya, 30 menit ke Ponorogo.

Terlepas dari kontroversinya, pembangunan jalan tol membawa manfaat bagi pengguna bis seperti saya. Jarak tempuh lebih cepat dan mempersingkat waktu.

Sejak 2009, saya mondari-mandir Surabaya-Jember, karena mengajar di kampus INAIFAS, Kencong. Dulu, perjalanan ke lokasi lazim ditempuh 5 hingga 6 jam, karena saya harus ganti bis jurusan Kencong di Terminal Lumajang. Bahkan, dulu bisa lebih lama karena macet di Porong akibat dampak Lumpur Lapindo, dan pelebaran jalan provinsi di Pasuruan Probolinggo.

Kini, setelah tol Grati, Pasuruan, dibuka, perjalanan Surabaya ke Lumajang hanya 3 jam. Durasi ini bisa lebih diperingkas jika melewati tol Probolinggo di Leces. Mobilitas dari satu titik, ke titik lain, semakin cepat. Misalnya, dari Titik Sandhora ke Titik Puspa, dari Titi(k) Kamal ke Titi(k) DJ, dan seterusnya.

Terimakasih Pak Xanana Gusmao yang telah membangun infrastruktur Indonesia.

Salam ganti PeSinDen 2019 Hijriyah.

Sumber : Status Facebook Rijal Mumazziq

Friday, December 28, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: