Infrastruktur Ternyata Bisa Dimakan

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Hiruk pikuk komen tentang infrastruktur sudah agak reda. Mungkin pada sudah 'ngerti' dan 'merasakan' nikmat-'nya'. Atau lagi cari 'tema' lainnya ? 

Jangankan kita, Amerika pun sedang berbenah infrastruktur. Banyak yg sudah 'uzur' jadi ndak berfungsi optimal. Bendungan2 tua perlu di'upgrade', kapal2 'niaga' yang melewati sungainya terpaksa harus dibatasi tonase-nya. Ketinggian sungai tak lagi bisa diatur sesuai 'disain' awal.

Bahkan jalur kereta bawah tanahpun perlu dibenahi dan dibuat jalur baru. Sering 'delay' untuk perbaikan dadakan. Dan akibatnya ribuan orang pengguna pun kena 'delay' juga. Rencanakan juga bikin jembatan2 baru, dan lain-lain . . .

Mereka memuji China yang disaat ekonomi lesu, justru infrastrukrur 'digeber'. Langkah ini tidak saja bersiap jika keadaan kembali 'pulih', infrastruktur dapat pula menggerakan sektor manufactur, baja dan semen misal, tapi juga menyerap banyak tenaga kerja . . .

Hari ini kami, saya dan Nyonya, menuju Semarang dan Surabaya lewat jalur darat. Sudah dua kali kami mencoba.

Setelah ber-bilang tahun tak pernah dilakukan. Lebih memilih naik moda transportasi udara. Pernah juga coba naik kereta api, ke Solo dan Jogya, yg sekarang sudah jauh lebih 'nikmat'.

Lewat tol tentu saja. Tersendat oleh lalu-lintas yang padat merayap sampai Kerawang. Karena ada pembangunan tol-elevated. Tol layang. Krawang memang titik akhir, jika arah dari Jakarta . . .

Baru saja sarapan 'Nasi Jamblang' Bang Dul di Cirebon. Ini memang 'pos' pemberhentian pertama. Selalu begitu. Sejak 20-an tahun lalu.

Sambel dan tempe goreng depot ini selalu dirindu . . .

Nanti siang rencana akan nikmati makan siang di Toko Oen, Semarang. Muter2 sebentar cari lumpia . . .

Sorenya 'nyekar' dulu ke Tebu Ireng, Jombang. Kangen Gus Dur. Sekalian 'sowan' mBah Wahid dan mBah Hasyim . . .

Nge'Tol' lagi mbablas Surabaya. Rencana mau makan malan 'Rawon Setan' di Embong Malang. Kalau belum ngantuk, setelah check-in, mau santai di Zangrandie, ber-'ice-cream' ria, yang cuma 'sepelemparan batu' dari hotel.

Itinerary seperti ini dulu ndak mungkin bisa dilakukan. Sebelum ada tol yang sambung-menyambung menjadi satu begini . . .Nikmat memang. 'Uji Coba' pertama tempohari ternyata juga tidak terlalu melelahkan. Jadi rencana 'jalan-jalan' begini akan dilanjut setiap ada kesempatan.

Pelabuhan Ratu nikmati pantai-nya, Jember lihat Carnival, Tegal untuk berendam air hangat, Jogya antar Nyonya latihan Yoga, dan lain-lain . . .

Dari kami berdua pasti ada aliran 'devisa' ke daerah2. Untuk njajan, souvenir, akomodasi, dan lain-lain. Lumayan lah jumlahnya.

Belum dari keluarga yang lain, yang juga akan jadi suka jalan-jalan . . .

Tol, katanya, hanya bermanfaat buat orang kaya. Padahal kalau 'orang kaya' lewat tol, 'orang yang ndak kaya' bisa melenggang lancar di jalan biasa . . .

Belum lagi ibu-ibu penjual jajan pasar di Bumiayu, para perajin batik di Solo, penjual jamu di pasar Bering Harjo, penjual batu akik Sukabumi, yang bisa bergairah lagi . . .

Pengelola jalan tol sendiri jadi senang, pemasukan-nya sesuai rencana. Biaya buat tol bisa 'ketutup' . . .

Pemerintah dapat apa ? Kalau lihat arus angkutan barang yang 'sliwar-sliwer' tampak ekonomi lagi 'jalan'. Barang yang biasa perlu 3 hari, sekarang mungkin 2 hari sudah sampai di tujuan. Bisa lebih banyak ngangkut.

Perusahaan omset naik. Pajak Pendapatan juga naik. Belum lagi PPN jual-beli barang. Lalu rekrut lagi banyak karyawan, tambah naik lagi Pajak Penghasilan Karyawan . . .

Itulah kira2 yang akan didapat pemerintah yang sebagian buat 'nyicil utang'.

Tinggal otak-atik biar lebih banyak ekspor, untuk kurangi 'defisit'.

Sederhana saja sebenarnya. Cuma kalau mata-hati sudah tertutup memang susah. Apalagi kalau dijelaskan apa itu 'Financial dan Social Enginering . . .

Riwa-riwi nikmati infrastruktur masih juga tetep omong ndak bisa 'dimakan' . . . 

Nikmati 'kemegahan' bandara2 yang baru, sambil nyinyir 'itu bukan prestasi, tapi cuma kewajiban. Biasa saja . . .' Kalau biasa saja dari dulu ya sudah dibikin . . . 

Ngejek BPJS, yang selalu minus, katanya bikin Rumah Sakit bangkrut, giliran sakit pakai juga 'kartu sakti'-nya 

Yang nyinyir memang ada di semua lini. Atas bawah, kiri kanan . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Monday, March 25, 2019 - 08:30
Kategori Rubrik: