Indonesia Tak Akan Bubar, Malah jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Dalam minggu ini nalar kita diajak berselancar didalam, bukan dipermukaan. Dua statement asbun tentang Indonesia "bubar" dan " pengibulan " SHM menjadi begitu lucu karena disampaikan bekas jendral dan bekas profesor ( krn kelakuannya lbh rendah dari orang yg tak sekolah ).

Entah apa yg ada dibenaknya Indonesia yg diprediksi ahli-ahli dunia ekonomi akan menjadi kekuatan no.5 negara didunia pd thn 2030 melangkahi Inggris, Jerman, Turki dan lainnya. Eh tiba-tiba ada orang ngelindur nyerocos kayak kesurupan Indonesia mau bubar, emang ada dalam 100 thn terakhir negara bubar, pecah iya, seperti Rusia, dan Korea, tapi Jerman malah bersatu. Apa ini bukan pengibulan super.

 

 

Jokowi menggenjot SHM pararel dgn digalakkannya UMKM agar tanah bersertifikat bisa jadi agunan, atau rasa aman pemiliknya karena tanahnya bukan sekedar dicatat di Camat. Pengibulan berkaitan dgn SHM jelas fitnah murah dan membuat kita marah.

Dua lontaran isu lucu dan tanpa malu itu dibela oleh kroninya yg sama bodohnya. Dan membela ketua yg dungu, marah kpd LBP mulai menyinggung agama, serta gereja. Disuruh minta maaf malah bilang Bapak reformasi kok disuruh minta maaf, mereka lupa substansi mulut murah dan akhlak rendah dikaitkan dgn julukan. Ada banyak mantan presiden di dunia yg saat pensiun masuk penjara krn akhlaknya, terakhir presiden Prancis, baru minggu lalu digelandang polisi krn kasus dana kampanye. Emang kalau dulu pernah wah terus kita saja yg harus ngalah, walau kita tau mulutnya salah, zaman now mau dibalikin ke zaman firaun.

Prabowo itu harusnya legowo kalau posisinya makin sulit untuk menyaingi Jokowi, atau elegan saja berjuang sesuai kaidah pasar, tidak usah pakai isu yg tak masuk akal. Apa mereka lupa ini zaman digital, rekam jejak kita terpatri di langit ketujuh walau bukan di Lauhmahfud. Kita boleh dipaksa lupa, tapi rekamannya tetap ada, siapa kita, pernah apa dan mau apa. Dua manusia yg kelakuannya bukan Indonesia tapi maksa mau berkuasa ini menjadi duri dalam daging buat bangsa ini. Jangankan ditauladani, untuk jujur saja mereka tak mengerti. Untunglah pelan tapi pasti Tuhan membuka tabir para sengkuni.

Satu-satu disuguhkan untuk kita rasakan, bahwa dagelan murahan yg sedang disirkuskan tak pantas untuk ikut dalam menyongsong Indonesia yg bermasa depan. Mereka harus diendapkan untuk tidak lagi ikut dipermukaan, karena kita menatap kedepan, bukan mengendap kayak siluman, biarkan mereka diselesaikan zaman dalam samudra kebodohan.

KINI INDONESIA KITA, BUKAN MEREKA, INDONESIA ITU NYATA BUKAN FATAMORGANA, INDONESIA JAUH DARI BUBAR KARENA DIA MAKIN MEMBESAR.
TAULADANILAH JOKOWI BUKAN PARA SENGKUNI YG TAK TAU DIRI.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Thursday, March 22, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: