Indonesia Negara Dengan Resiko Terkecil Terpapar Krisis Moneter

Oleh : Nadia

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belum stabil, bahkan sempat di kisaran Rp 15.000 per dollar . Berdasarkan data Bloomberg pada 11/9/2018 kemarin nilai tukar rupiah masuk di level Rp 14.857 per dollar. Meskipun angka tersebut cukup mengkhawatirkan, tetapi Indonesia ternyata mampu meminimalkan resiko dampak dari penguatan dollar tersebut. Salah satu yang menguatkan adalah analisis dari Nomura Holding Inc yang menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari 8 negara berkembang yang memiliki resiko terkecil terpapar krisis moneter.

Indonesia memperoleh skor nol terkait krisis moneter bersama dengan 7 negara berkembang lainnya seperti  Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia dan Thailand.

Nomura Holding Inc perusahaan asal Jepang yang bergerak di sektor finansial  ini mengunakan Analisis  Damocles, model peringatan awal krisis dengan memeriksa sejumlah faktor seperti cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga dan import

Dari sejumlah faktor tersebut terlihat bahwa meskipun rupiah melebah terhadap dollar, tetapi pelemahan tersebut dipandang cenderung gradual dan sejalan dengan kebijakan pengetatan moneter yang dilakukan bank sentral AS Federal Reserve.  Indonesia dipandang cukup resilien dalam menghadapi kondisi tersebut, terlihat dari cadangan devisa yang cukup tinggi untuk menahan pelemahan nilai tukar lebih lanjut. Selain itu, pemerintah pun telah melakukan serangkaian upaya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Rasio utang Indonesia pun dipandang masih cukup baik. Dengan cadangan devisa yang tercatat 117 miliar dollar AS dan rendahnya rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), Indonesia masih cukup kuat dalam menahan pelemahan nilai tukar.

Kenapa percaya dengan Nomura Holding Inc?

Analisis yang dilakukan Nomura Holding Inc tentu saja sangat dipercaya dan layak dijadikan acuan. Siapa Nomura Holding Inc? Nomura Holdings adalah sebuah perusahaan asal negara sakura Jepang yang selama ini   bergerak di sektor finansial dengan fokus utama adalah industri jasa investasi. Tercatat  2014, perusahaan ini  mendapatkan nilai penjualan sebesar AS$21,5 miliar dengan total keuntungan AS$2,4 miliar.

 Nomura Holdings yang mempunyai wilayah operasi meliputi seluruh dunia ini, pada tahun 2014    mempunyai total nilai pasar (market value) AS$23,7 miliar dan total aset sebesar AS$415,2 miliar dan menempati peringkat ke-203 dalam daftar Global 2000,  sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes. Perusahaan ini tercatat mempunyai pendapatan $21,5 miliar dengan total setnya $415,2 miliar.

 

Selama ini pemerintah melakukan langkah cepat dan kongkrit untuk mengantisipasi dampak dari penguatan dollar. Seperti mengambil kebijakan seluruh instrumen kebijakan, baik instrumen fiskal maupun instrumen kebijakan struktural, untuk terus melakukan penguatan struktur perekonomian Indonesia dengan memperkuat sektor industri manufaktur yang mampu menghasilkan devisa serta mengurangi impor, terutama impor barang konsumtif. Pemerintah juga mengalakkan pariwisata  untuk mendoorng neraca perdagangan dan transaksi berjalan kuat selain terus menerus melakukan  perbaikan iklim investasi juga dilakukan agar dapat menarik arus modal dari luar dengan tujuan untuk memperkuat neraca modal, sehingga neraca pembayaran akan semakin kokoh yang akan menopang stabilitas nilai tukar rupiah.

Dari penjelasan diatas, rasanya tidak masuk akal jika ada yang masih menakut-nakuti penguatan dollar ini mendorong Indonesia terkena krisis moneter seperti yang pernah terjadi pada tahun 1998. Pemerintah saat ini ada, hadir untuk rakyatnya dibuktikan dengan kerja-kerja nyata sehingga rasanya akan sulit sekali negara tercinta ini terhantam krisis moneter. **

Wednesday, September 12, 2018 - 15:00
Kategori Rubrik: