Indonesia Makin Optimis

ilustrasi

Oleh : Prof Yuwono

Saya makin optimis & akan terus menyuarakan optimisme, meski seperti terlihat paradox dg sikap sebagian sejawat dokter atau para ahli epidemiologi.

Mari simak seksama & dgn hati terbuka! 1. Kasus Pandemi Covid19 di NKRI konsisten sesuai simpulan berbagai paper penelitian bhw Angka Kematian (AK) 2 - 4%. Saat ini AK 6,5% krn cakupan deteksi aktif kita dg PCR, baru mencapai 170 rb dg tingkat positif 10%. Mestinya deteksi aktif kita sdh mencapai 500 rb dg kasus positif 50000, sehingga AK sekitar 2%.
2. Fakta di lapangan: 70% lebih kasus positif adl OTG & 26% dgn gejala ringan (resiko kematian rendah). Jadi hanya sekitar 4% yg sakit sedang sd sakit berat (resiko kematian sedang sd tinggi)
3. Patokan melihat pandemi ini adl AK bukan jumlah kasus positif. Sejak 14 April dg 60 kematian, AK di NKRI tidak pernah lebih tinggi dari itu (lihat gambar)

4. Simpulan resmi WHO bhw vaksin paling cepat tersedia akhir 2021 artinya akan tetap ada kasus positif sampai saat itu. Maknanya, ini perjuangan jangka panjang dan utk itu modal utamanya adl IMUNITAS bukan perawatan di RS, bukan lockdown apalagi PSBB (Kasus positif terbaru di New York 2/3 kena mereka yg stay at home!)

5. Ketahuilah semua infeksi virus secara medis akan sembuh karena IMUNITAS bukan krn obat (kerja obat hanya mengurangi jml virus) atau vaksin (kerja vaksin hanya memicu imunitas adaptif)
6. IMUNITAS 100% karunia Allah, kita hanya diminta menjaga dg Cukup Tidur, Gizi, Gerak & Pikiran Positif. Jadi apa sih masalahnya? Mungkin cuma masalah Gizi yg butuh bantuan.
7. Krn itu setiap warga mesti fokus menjaga IMUNITAS plus dikuatkan dg Ibadah & PHBS
8.Pemerintah juga harus fokus menjaga & memperbaiki IMUNITAS warga dg dana, regulasi, monitoring & keteladanan (konsistensi)

Well...saya percaya siapapun kita (warga atau pemerintah), akan berusaha menjaga IMUNITAS, menerapkan PHBS & rajin ibadah. "Tidak ada satu penyakitpun kecuali Allah menurunkan obatnya (penawarnya)" #ramadhanpenuhberkah

Sumber : Status facebook Prof Yuwono

Sunday, May 24, 2020 - 08:00
Kategori Rubrik: