Indonesia (Jangan) Terserah

ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Siapa yang menjadi garda terdepan dan paling beresiko saat terjadi perang? Jawabannya jelas, yaitu para Tentara. Dan kalau marak terjadi Aksi Terorisme, yang terdepan dan paling beresiko tentu Polisi. Begitu pula saat terjadi Wabah Penyakit, yang menjadi garda terdepan dan paling beresiko tentunya para Tenaga Kesehatan.

Itulah konsekwesi sekaligus pembagian peran dalam tiap sisi kehidupan. Masing- masing akan memiliki momentumnya. Dan saat ini adalah momentum para Tenaga Kesehatan.

Tanpa bermaksud mengabaikan atau tidak menghargai perasaan mereka yang lelah dengan keadaan. Yang sebal dengan perilaku masyarakat yang bebal, bagi saya pemilihan diksi terserah identik dengan menyerah. Seharusnya kita terus saling bergandengan tangan dan saling menguatkan.

Harus diakui Pandemik ini membuat kita semua menjadi gagap dan tidak siap. Karena ini memang sesuatu yang benar-benar tidak terduga. Bukan hanya di Indonesia, bahkan di negara maju lain juga merasakan hal yang sama. Alangkah baiknya kita untuk tidak saling menyalahkan. Dan kuncinya adalah aksi saling dukung.

Bagi masyarakat, jangan biarkan Tenaga Kesehatan kita berjibaku sendiri. Mereka adalah manusia biasa yang memiliki rasa lelah, jenuh dan bahkan rasa takut. Tingkatkanlah Kesadaran Kolektif untuk mematuhi dan melaksanakan protokol pencegahan penularan.

Untuk pemerintah yang juga dalam posisi sulit dalam membuat kebijakan karena banyaknya hal yang diperhitungkan, harus lebih gencar dalam melakukan edukasi kepada khalayak. Bahwa yang kita hadapi adalah musuh nyata meski tak kasat mata. Yang mampu merenggut nyawa dan kebahagiaan keluarga kita dengan tiba-tiba. Indonesia, Ayo Jangan Menyerah!

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Friday, May 22, 2020 - 00:30
Kategori Rubrik: