Indonesia Diserbu Investor, Malaysia Kecewa

ilustrasi
Oleh : Supriyanto Martosuwito
Antara 1960 hingga 1980, Malaysia banyak belajar kepada Indonesia. Mereka kirim guru dan dosen untuk belajar di kampus kampus negeri kita. Bahkan buku buku dari pengarang kita jadi rujukan di sekolah sekolah Malaysia.
Namun, pada dekade sesudahnya Malaysia maju pesat melampaui Indonesia. Sebaliknya banyak WNI jadi buruh di sana. Sampai kini. Sangat menyedihkan.
Kini nampaknya ada tanda tanda perubahan dan kabar baik. Sejumlah perusahaan global mulai masuk Indonesia. Menanam investasi di sini seiring potensi pasar, sumber alam dan stabilitas politik di sini.
Ini membuat mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kecewa. Dia bicara blak blakan.
"Tesla akan ke Indonesia. Amazon akan ke Indonesia. Google akan ke Indonesia. Apa yang terjadi?" Kata Najib Razak dalam unggahan di akun Facebook, Senin lalu (14/12). Ungkapan kecewanya dijadikan berita oleh laman katadata dot com pada berita Jum'at, 18 Desember 2020.
Diungkapkan, raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) Google sudah membangun pusat data (data center) komputasi awan (cloud) di Indonesia.
Sedangkan Amazon berkomitmen masuk ke Tanah Air. Lalu Tesla tertarik berinvestasi mobil listrik. Ini membuat mantan Perdana Menteri Malaysia kecewa.
Padahal, menurut Najib Razak,
Malaysia memiliki Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Internasional (MITI), Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (MIDA), InvestKL, dan Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) yang bertugas menarik investasi raksasa teknologi. Ia menilai hasilnya nol.
Ia mengatakan, dmemimpin langsung misi perdagangan dan investasi saat menjabat. "Saya bertemu dengan para pemimpin dunia dan kapten industri," katanya. Dia mengklaim, sekitar 80 perusahaan internasional ia undang ke Malaysia selama periode itu.
Najib mengatakan, investasi itu bisa menambah penciptaan lapangan kerja baru dan menghadirkan talenta digital bagi Malaysia. Namun, ia menilai upaya pemerintah menarik investasi minim sejak 2018.
"Apa yang kami lihat yakni ketidakstabilan politik. Apa yang kami alami yaitu kebijakan pemerintah yang lemah yang berdampak besar pada perekonomian dan masyarakat," katanya.
GOOGLE, raksasa mesin pencari itu, menilai, perkembangan Unicorn yang pesat menjadi salah satu alasan perusahaan memilih berinvestasi pusat data di Indonesia.
“Ini artinya banyak pelanggan. Kami juga hadir untuk membantu percepatan Indonesia 4.0 dengan berinvestasi infrastruktur dan menggandeng mitra lokal," kata Country Director Google Cloud Indonesia, Megawaty Khie, dalam konferensi pers virtual, Juni lalu (24/6).
Amazon melalui anak usaha, Amazon Web Service (AWS) juga berencana membangun tiga pusat data di Indonesia sekitar akhir 2021 atau awal 2022.
Sedangkan Alibaba Cloud sudah membuat dua pusat data di Nusantara. Bahkan, mereka berkomitmen membangun yang ketiga pada akhir tahun depan.
Yang terbaru, perusahaan kendaraan otomatis asal AS, Tesla berencana berinvestasi di beberapa bidang di Tanah Air. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang langsung mengundang CEO Tesla Elon Musk untuk berinvestasi.
Selain mobil listrik, Tesla disebut-sebut melirik Indonesia untuk membangun pabrik baterai lithium. Jokowi juga merayu Musk untuk melirik Indonesia sebagai lokasi landasan atau launching pad roket Space X.
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto mengatakan Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah berbicara dengan Elon Musk.
Ia optimistis Indonesia bakal terpilih. “Dengan cadangan nikel yang kita miliki, seharusnya bisa menang,” ujar Septian dalam Indonesia Mining Outlook, Selasa (15/12).
Komoditas tambang ini merupakan salah satu bahan baku pembuatan baterai.
Potensi nikel yang besar itulah yang sedang diperebutkan para elite sehingga ada upaya memeras dan menggulingkan presiden Jokowi lewat demo demo berbungkus agama.
Pemerintah dalam waktu dekat berencana melakukan diskusi teknis dengan Tesla. Jokowi sangat berharap perusahaan mau menanamkan investasinya di sini.
Langkah menarik investasi tersebut tidak mudah, sebab Tesla cukup selektif memilih lokasi pabrik. Apalagi tren global saat ini, investor harus memperhatikan aspek lingkungan. Hal ini pun sudah Musk utarakan di Inggris dan negara Eropa lainnya.
BULAN lalu, tepatnya pada Hari Kamis (19/11/2020), CEO United States International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler menandatangani Letter of Interest (LoI) untuk menginvestasikan sebesar US$2 Miliar atau Rp28 Triliun dari DFC kepada Indonesia Investment Authority atau "sovereign wealth fund" Indonesia di Washington DC.
Turut menyaksikan penandatanganan tersebut adalah Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan.
Sebagai bagian dari reformasi ekonominya, pemerintah Indonesia terus mengembangkan opsi pembiayaan dan investasi sektor swasta terhadap proyek strategis nasional dan prioritas lainnya.
DFC juga akan bekerja sama dengan mitranya di Jepang, Uni Emirat Arab, dan Singapura untuk ikut berinvestasi di Indonesia Investment Authority.
IDFC dan pemerintah sendiri telah melakukan pembicaraan terkait dengan kerja sama ini sejak awal 2020.
Oktober lalu, US IDFC dan Luhut sempat bertemu di Jakarta. US IDFC merupakan lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.
Saat itu merupakan kunjungan Adam kedua kalinya ke Indonesia. Januari lalu selain bertemu Menko Luhut, Adam juga diterima oleh Presiden Joko Widodo. Baik Luhut dan CEO US IDFC kembali bertemu di AS minggu lalu. Dengan demikian, LoI ini adalah perkembangan positif dari pembicaraan kedua pihak.
Indonesia sendiri akan membentuk sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi. Pemerintah berharap LPI bisa menarik dana investasi hingga mencapai tiga kali lipatnya atau sekitar Rp225 triliun.
"Kami menggunakan model SMF internasional sebagai standar best practice-nya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Lembaga ini bakal diawasi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Perkembangan menggembirakan ini membuat para elite dan para mantan kepanasan. Mereka ingin berkuasa lagi dengan berbagai cara. Antara lain mengobarkan demo demo anti istana berbungkus agama .
Sumber : Status Facebook Supriyanto Martosuwito
Tuesday, December 22, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: