Indonesia Bukan Indonestan

ilustrasi

Oleh : Jody Ananda

Kalau saja bapak-bapak bangsa kita (Soekarno, Hatta, KH Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, A. Kahar Muzakir dll) ngotot mendirikan negara berdasarkan Islam, mungkin hari ini kita tidak mengenal Indonesia sebagaimana sekarang. Boleh jadi namanya INDONISTAN. Bertetangga dengan negara Bali, NTT, Sulawesi Utara, Maluku dan negara Papua.

Selesai? Belum. Di negara-negara tetangga itu terdapat kaum muslimin yang menjadi minoritas, sebut saja Rohingyanesia. Dengan dalih membela sesama muslim, Indonistan akan melakukan ekspansi penyerangan dan meminta setoran jizyah ala khilafah. Pasti akan berlangsung konflik dan peperangan tiada henti, siapa juga yang mau ngasi setoran gratis? Sampai salah satu kalah, atau sama-sama capek nyaris mampus.

Bisa jadi negara Balinesia akan meminta bantuan India, yang kemudian memintanya lagi pada Inggris. Negara Maluku akan dibantu Belanda atau Amerika. Hancur negeri kita jadi rebutan negara asing, yang cuma peduli dengan kekayaan alamnya.

Tapi bapak-bapak pendiri bangsa ini jenius luar biasa, sudah melihat potensi itu. Maka didirikanlah negara ini BUKAN atas agama tertentu, tapi mengambil intisari falsafah yang sudah ada di negeri ini. Berjalan secara harmonis, merangkum keberagaman yang ada di negeri ini, dalam bentuk Pancasila sebagai dasar negara.

Kau jangan main-main, sebab Pancasila itu di-tashih (disahkan) oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari, dengan laku tirakat dan fikir yang luar biasa. Pendiri dan Ulama Besar Nahdlatul Ulama.

Jadi, jangan kau ajak bicara santri dan kalangan NU tentang Indonesia bakal punah tahun 2030, karena NU adalah salah satu "bidan" yang melahirkan negeri ini. Atau kau kibuli dengan khilafah yang jadi bungkus syahwat politikmu. Tak ada dalam kamus NU tentang Indonesia punah.

Bacalah dan resapi sejarah negeri ini sebelum antum coba-coba. Masih nekat?

Silakan. Tunggulah kehancuran antum!

Sumber : Status Facebook Jody Ananda

Sunday, March 24, 2019 - 13:15
Kategori Rubrik: