Indonesia Bangun Ibu Kota Baru Rp 466 T

ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Anggaran pemindahan ibukota yang 466 T, dianggep lebh sdikit dibanding proyek2 pembangunan moda transportasi massal dan trintegrasi sejabodetabek yang 571 T..

Well..
Itu ngga bisa dibandingkan..

Pembangunan moda transportasi massal harus jalan terus, karena sudah dilakukan kajian puluhan tahun dan solutif. Proyek2 itu jelas akan menekan kemacetan Jabodetabek. Setidaknya akan memberi warga altrnatif

Sedangkan pemindahan ibukota itu solutif atau tidak, belum jelas..

Jadi kalo mau mbandingin, ya berdasar itu.. solutif atau tidak

Kaalo cuman mindah pusat pemerintahan, tiru saja itu Malaysia.. bikin kota baru Putrajaya ngga lebih dr 100 km dari KL.

Tapi aku paham banget pikiran pakdhe mindah ibukota negara, proyek 466 T itu akan membuka 5 juta lapangan kerja baru.. Apalagi jika di luar Jawa

Tapi aku ngga setuju..
Butuh belasan tahun minimal..
Sehingga angka trbukanya 5 jt lapangan kerja itu jd terasa biasa saja

Seperti aku ngga sepakat kereta cepat Jkt-Bdg, yang trlalu pendek dan itungan estimasi jumlah penumpang/hari nya ngga masuk akal (yang jg membuat Jonan trpental dr kursi Menhub)

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Tuesday, April 30, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: