Indonesia Aman dari Krisis, Tak Akan Bubar 2030

Oleh: Niken Satyawati

 

Ketika harga telur sedang murah-murahnya, ada saja yang masih membagikan informasi wakil rakyat mengeluh merasa tertindas dengan harga kebutuhan, hingga membeli telur pun tak mampu saking mahalnya.

Ketika pemerintah lagi giat-giatnya bekerja membangun bangsa, ada saja kaum yang sibuk memposting hasutan soal utang negara, PKI bangkit dan TKA Cina. Tiga isu yang terus diulang-ulang dengan data ngawur atau data basi lima tahun lalu. Ujung-ujungnya tanpa sadar berharap bangsa sendiri bubar pada tahun 2030.

 

 

Saya mencoba ber-positive thinking. Netizen itu mengakses informasi dari media sosial. Algoritma media sosial memungkinkan orang berkumpul sesuak minatnya. Apa yang di-like dan komentari akan kembali kepadanya. Kita biasa like dan komen pada konten hoax dan hasut, maka di sanalah pusaran informasi yang kita terima terus menerus. Demikian sebaliknya, ketika kita terbiasa menerima konten positif, maka informasi sejenis itulah yang akan mampir di beranda akun media sosial kita.

Jadi, saya pikir memang banyak yang tidak tahu pemerintahan Presiden Jokowi telah banyak ini dan itu untuk bangsa. Salah satunya melakukan pembangunan dan perbaikan di sektor moneter. Berbagai proyek infrastruktur jalan tol yang mangkrak bertahun-tahun dilanjutkan. Jokowi menemukan solusi kreatif, dengan cara memberikan jaminan dari pemerintah kepada investor. Jalan tol diselesaikan sebagian terlebih dahulu sehingga dapat langsung digunakan dan memberikan profit bagi investor.

Solusi kreatif juga berlaku di proyek Bandara Kertajati yang bertahun-tahun mangkrak karena tidak ada dana. Jokowi bersama Kemenkeu memberi solusi kerja sama investasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah (Jawa Barat), sehingga hasilnya dapat dirasakan bersama. Indonesia Maju adalah harapan kita semua, sedikit demi sedikit negeri ini berjalan menuju ke arah itu. Perbaikan strategi moneter di bawah pemerintahan Jokowi pun mulai menunjukkan hasil. Inflasi terkendali.

Di tengah masalah ekonomi dunia akibat penguatan dollar, hasil penelitian menunjukkan ada delapan negara yang dinilai paling aman dari krisis, salah satunya: Indonesia. Penilaian dilakukan lembaga keuangan ternama asal Jepang, Nomura Holdings Inc. .

Nomura menilai fundamental ekonomi Indonesia sangat baik. Selain itu, penguatan dollar terhadap rupiah terjadi secara gradual yang menunjukkan ini semata dipengaruhi faktor kebijakan suku bunga di AS bukan faktor dalam negeri. Dengan kondisi seperti itu, Indonesia dapat terus melaju mengejar target menjadi negara maju pada 2039.

Kondisi moneter yang terjaga stabil menjadi fondasi kokoh untuk percepatan pembangunan; baik itu pembangunan infrastruktur secara besar-besaran; penguatan investasi, entepreneurship dan UMKM; serta pengembangan kualitas sumberdaya manusia. Sementara itu antara 2020-2035, Indonesia akan mendapat berkah bonus demografi suatu kondisi komposisi penduduk yang memungkinkan Indonesia melakukan lompatan tinggi (leap frog) menjadi negara maju.

Bonus Demografi adalah faktor penting di balik mencuatnya negaranegara seperti Jepang di tahun 70-an, Korea Selatan di tahun 90-an, dan China di awal dekade 2000 hingga membuat negara-negara itu melompat tinggi menjadi negara maju seperti sekarang ini. Dalam kurun 2020-2035, kesempatan langka untuk melakukan lompatan menjadi negara maju akan menghinggapi Indonesia.

Sekarang tinggal dua pilihannya. Anda bisa mendukung kerja pemerintah dengan melakukan sesatu yang baik bagi bangsa sesuai kompetensi Anda. Sebagai netizen, hal minimal yang bisa dilakukan adalah tidak ikut menyebarkan konten-konten negatif apalagi turut memproduksinya. Atau Anda mau terus larut dalam narasi Indonesia bubar dengan mempercayai bahkan mendukung konten-konten hoax negatif lalu tertinggal sendiri di antara kawan kawan lain yang gegap gempita menyambut Indonesia Maju.

Friday, September 14, 2018 - 14:30
Kategori Rubrik: