Indonesia Akan Jadi Hotspot Covid 19?

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

Menilai keberhasilan suatu negara dalam menghadapi covid 19 itu gak bisa dilihat dari angka positive berdasarkan PCR aja. Itulah kenapa masyarakat perlu paham tentang test PCR dan rapid test.

Test PCR hanya mendeteksi keberadaan virus, ada atau tidak ada virus covid 19. Positive artinya ada virusnya, terpapar. Tapi belum tentu terinfeksi. Karena, keset di rumah pun kalau di test PCR juga bisa positif, ada virusnya.Tapi ya masa kesetnya terinfeksi terus didaftar OTG, diisolasi dan di kasi kloriquin?

Angka positif di Indonesia 49.009, artinya adalah yang terpapar. Mereka belum tentu sakit dan terinfeksi.

Asimptomatik beda dengan presimptomatik. Orang positif yang terinfeksi pasti akan muncul gejala seringan apapun itu, disebut presimptomatik. Orang positif yang tidak pernah muncul gejala, dia tidak terinfeksi, tidak sakit, hanya terpapar.

Lalu OTG itu apa? OTG positif adalah orang terpapar, belum tentu terinfeksi. OTG yang belum dites hanya dicurigai terpapar.

Angka kematian dengan covid di Indonesia ada 2.573 orang. Catat ya, MATI DENGAN COVID 19, bukan MATI KARENA COVID 19. Karena menentukan penyebab kematian itu ga bisa hanya dilihat dari hasil PCR covid saja. Tetapi, harus juga disertai hasil uji lab lainnya, uji klinis, dan pencitraan.

Terlebih lagi, virus SarsCov2 ini belum ada hasil penelitian resminya dengan metode pembuktian postulat koch.

Orang yang mati dengan covid itu bisa siapa aja. Tertabrak truk, diuji PCR hasilnya positif, juga mati dengan Covid19.

Hal-hal seperti ini harus dipahami masyarakat awam sekalipun, agar gak mudah dibohongi media semacam The Sydney Morning Herald (SMH) yang ramai-amai dikutip media di Indonesia. Begitulah kalau wartawannya (James Massola) awam soal covid 19, kurang belajar dan kurang teliti.

Gimana hasil laporannya gak dangkal,wong menganalisa kejanggalan pengakuan Gubernur DKI udah melakukan koordinasi dengan rumah sakit di Jakarta terkait covid pada 6 Januari aja gak mampu. Padahal Presiden Xi Jin Ping aja baru kasih arahan soal Wuhan tanggal 7 Januari. Tahu kan janggalnya dimana?

Yang kayak gitu dijadikan bahan buat nyerang Jokowi dan mengancam Indonesia akan jadi hotspot covid19 jika tidak secepatnya memperbanyak tes covid pada masyarakat serta mempercepat pelonggaran PSBB.

https://ccpp19.org/healthcare_provid…/…/detecting_virus.html

Sumber : Status Facebook Nurul Indra

Friday, June 26, 2020 - 09:00
Kategori Rubrik: