Indahnya Kehangatan Keluarga dan Kehidupan Bertetangga dalam "Reply 1988"

Oleh: Niken Satyawati

 

Drakor “Reply 1988”-dirilis tahun 2015-, berkisah tentang kehidupan yang hangat dari lima keluarga sederhana di sebuah gang. Para bapak dan ibu saling bersahabat erat. Anak-anak mereka juga berteman akrab. Setting drama adalah kehidupan di sebuah sudut ibukota Korea Selatan saat tahun 1988, ketika Seoul menjadi tuan rumah Olimpiade, pesta olahraga terbesar sedunia. 

Ada lima anak yang sebaya dari lima keluarga berbeda. Karakter mereka berbeda antara satu dengan lainnya. Mereka teman bermain sejak kecil. Sung Deok Sun (diperankan Hye-Ri) satu-satunya perempuan, tokoh utama drama ini. Dia gadis yang sangat periang dan baik kepada siapapun. Prestasinya di sekolah tidak bagus, tapi semua orang menyukainya. Empat lainnya adalah Choi Taek yang pintar bermain baduk, hingga harus putus sekolah untuk menjadi pemain profesional. Kemudian ada Kim Jung Hwan, anak pendiam sang juara kelas. Kemudian Sun Woo di anak yatim yang baik dan ramah. Terakhir Dong Ryong, si periang yang lebih suka menari dan bermusik daripada belajar. 

 

Kamar Taek menjadi pusat kumpul-kumpul mereka. Sewaktu-waktu mereka bisa sekadar makan ramyeon bareng, belajar bersama, membaca buku, menonton video film yang dipinjam Dong Ryong baik yang kategori Oscar maupun yang X-rated. Deok Sun adalah penjaga moral keempat teman lelakinya. Dia tidak suka kawan-kawannya menonton film yang aneh-aneh. Tapi Dong Ryong tetap merasa berjasa karena kawan-kawannya tidak mati kebanyakan belajar dengan film-film yang dibawanya.

Waktu bergulir, ada dua di antara teman laki-laki yang menyukai Deok Sun. Tapi masing-masing tidak mengungkapkan cinta karena khawatir merusak pertemanan. Hingga keduanya saling mengetahui bahwa mereka mencintai gadis yang sama, akhirnya sama-sama mengalah dalam diam. Tapi kelak salah satu di antaranya akan menjadi pendamping hidup Deok Sun.

Sementara kehidupan bertetangga berlangsung guyup rukun. Mereka punya kebiasan saling menolong. Penderitaan salah satu keluarga adalah penderitaan bagi semua. Ada kebiasan saling memberi makanan. Hingga kadang makanan di meja terlalu banyak, kiriman dari para tetangga. Semua keluarga juga dengan senang hati dititipi Jin Joo, adik Sun Woo yang masih berusia 3 tahun ketika ibunya bekerja.

Di kemudian hari, semua anak itu menjadi orang-orang sukses di jalurnya masing-masing. Di samping karena potensi yang dimiliki, juga dukungan penuh keluarga tercinta. Drama ini ingin memberi pesan bahwa kesuksesan tak hanya bisa diraih dengan modal kecerdasan akademik. Jung Hwan jadi pilot pesawat tempur, dan Sun Woo jadi dokter karena memang cerdas dan rajin belajar. Dong Ryong yang peringkatnya di atas 1.000 jadi pengusaha kuliner yang sukses. Deok Sun jadi pramugari. Taek yang tidak sekolah menjadi juara dunia baduk.

Sepanjang drama, penonton disuguhi adegan-adegan singkat yang kadang bikin ngakak, sebentar kemudian mengharukan. Sebaiknya siapkan tisu untuk menghapus airmata. Karena emosi yang terbangun sejak awal episode, makin lama akan makin banyak airmata yang terkuras. Bukan aitmata kesedihan tapi airmata haru.

Yang keren dari drama ini adalah begitu naturalnya akting para tokoh dan juga penggambaran setiap adegan. Jangan harap menemukan aktor yang saking gantengnya tampil sangat keren hingga menjadi cantik dalam “Reply 1988’. Semua tampil culun dan norak seperti penampilan keluarga sederhana di tahun 1988, saat Korsel belum menjadi negara maju. Tapi justru itu kelebihan drakor yang memenangkan beberapa penghargaan Baksang Award 2016 ini. Nggak lebay sama sekali. Lagian plot twist-nya yang diamik tentu bikin jengkel tim dari salah satu pendukung tokoh yang tidak jadian dengan Deok Sun.

“Reply 1988” sudah hilang dari VIU ketika saya ingin menontonnya karena habis masa kontrak tayang. Tapi tiba-tiba saja drakor ini muncul lagi dengan keterangan memenuhi permintaan penonton. Drama ini memang bagus sih. Deok Sun dkk mengajak penonton ikut mensyukuri kebahagiaan-kebahagiaan kecil namun sangat bermakna dari kisah para tokoh di dalamnya. 

Drakor ini saya beri nilai 9.5/10. Pengin kasih nilai sempurna tapi gak jadi. Setengahnya untuk membayar sedikit kekecewaan saya karena yang jadi pemeran saat sejumlah tokoh berada di tahun 2015 diganti dengan aktor/aktris lain yang agak kurang pas. Kenapa mereka tidak meniru saja “Winter Sonata” yang sejak remaja hingga usia matang tidak berubah. Yang paling menjengkelkan adalah pemeran Choi Taek saat di usia 40-an kurang mirip, kurang ganteng dibanding Taek muda yang diperankan Park Bo Gum, dan malah mirip Jung Hwan. 

Banyak nilai dan pelajaran yang akan didapat dari drakor ini. Penonton harus sabar karena ada 20 episode. Setiap episode berdurasi kurang lebih 1.5 jam. After all, drama ini sangat recommended untuk ditonton siapapun yang menjunjung tinggi kehangatan dalam keluarga dan makna kesejatian hidup.

 

(Sumber: Facebook Niken Satyawati)

Saturday, June 27, 2020 - 21:45
Kategori Rubrik: