Indahnya Bhineka

Oleh : Dongeng  Katulistiwa

Pada acara laporan pertanggung jawaban tahunan yang biasa dilakukan pemerintah sehari sebelum HUT RI digedung kura-kura hijau, ada sebuah pemandangan yang unik dan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kejadian unik itu adalah Pakde Jokowi mengenakan pakaian adat suku Bugis/Makassar, sementara Jusuf Kalla memakai pakaian adat Jawa.

Pemandangan ini otomatis menjadi viral dan perbincangan dibelantara media sosial maupun komunitas warung kopi pinggir jalan. – Ondel-Ondel kampung ikut meramaikan gosip hari itu sambil terus menari tanpa bosan demi melestarikan budaya lokal –

Tak ada yang akan mengira, siapapun orangnya dipenjuru negeri “gemah ripah loh jinawi” ini, bahwa presiden dan wakilnya akan melakukan hal diluar dugaan (Out of The Box bahasa kerennya) dengan merubah tradisi pendahulunya.

Sejujurnya, bukan kali ini saja Pakde melakukan manuver diluar perkiraan banyak pakar pengamat. Selama kurun waktu kurang lebih 3 tahun, Pakde telah melakukan banyak perubahan protokoler baik itu formal ataupun informal.

Kira-kira nih ya, ada yang tersirat gak sih, dari penampilan kedua pemimpin republik ini memakai pakaian adat ? – Tanya si Topeng monyet yang sedang belajar menari gambyong sambil tak lupa nyemil pisang ambon –

Ya sudah pasti ada dong, seperti yang sudah diceritakan bahwa Pakde ini hobinya bermain simbol. Dan untuk simbol “Pakaian Adat” ini, Pakde sedang menunjukan bagaimana indahnya hidup dalam kebhinekaan adat, budaya dan suku bangsa, ditengah merosotnya nilai-nilai kebangsaan dewasa ini, akibat permainan segelintir oknum yang tidak bahagia melihat negeri ini maju. Dan juga sekaligus bertujuan memasarkan kearifan budaya lokal yang semakin hari semakin berkurang peminatnya. Sepertinya Pakde sendiripun menyadari bahwa dirinya merupakan ikon marketing yang lumayan “O’K”, maka tak ada salahnya juga memanfaatkan posisinya sebagai presiden menjadi model market adat kebudayaan bangsanya sendiri. – Jawab Ondel-Ondel yang masih menari mengikuti irama dangdut dari speaker bertenaga aki –

Jadi penasaran apa tanggapan grup “nyinyires” tetangga sebelah melihat kejadian unik hari ini nih ‘ndel,- Respon si Topeng Monyet yang terlihat kaku tapi menghibur, menari tarian yang tidak biasanya dilakukan –

Seperti yang sudah lazim, nyinyiran dan sindiran dari orang yang pikirannya tertutup oleh “Gombal Amoh”(Kain Rombeng), bukanlah hal dikhawatirkan bagi Pakde. Sebaliknya, justru nyinyiran itu dianggap oleh Pakde sebagai jamu penyemangat kinerjanya. Dan bagaimanapun juga, apa yang dilakukan Pakde itu sebuah kejadian yang membuat sejuk pemandangan, disaat situasi dan kondisi bangsa ini sedang berjalan kearah yang lebih baik dengan diiringi suhu panas teriknya politik dalam negeri, namun Pakde selalu tak henti-hentinya memikirkan berbagai inovasi dalam tujuannya membuat negeri ini bergairah menggapai cita-cita dimasa depan. – Si Ondel-Ondel menjawab dan respon si Topeng Monyet sekaligus menutup cerita singkatnya, kali ini Ondel-Ondel berhenti menari seiring baterei akinya yang mulai melemah dan suara lagunya mulai sumbang melambai –

#ahpakdemahgitu

Sumber : dongeng katulistiwa

Saturday, August 19, 2017 - 18:30
Kategori Rubrik: