Imunitas Tubuh

ilustrasi
Oleh : Buyung Kaneka Waluya
 
Imunitas tubuh...; merupakan karunia dari Tuhan yang tak ternilai.
Tuhan telah menciptakan pertahanan tubuh dari bermacam-macam penyakit yang disebabkan oleh...: virus..., bakteri..., maupun parasit.
Semua penyebab penyakit itu diciptakan oleh Tuhan..., agar kita tidak mudah sakit.
Aneh bukan..., tetapi memang kenyataannya demikian.
Semua orang yang terpapar virus..., tidak mudah untuk terinfeksi.
Semua yang terinfeksi..., tidak mudah untuk sakit.
Semua yang sakit..., tidak mudah untuk mati..., dan semua yang sakit bisa dicegah agar tidak menulari.
Reaksi tubuh saat terinfeksi virus Corona..., adalah membentuk daya tahan tubuh untuk membasmi virus tersebut.
Jika sistem kekebalan tubuh kita kuat..., maka virus akan mati.
Namun..., pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah..., virus Corona bisa sulit dilawan sehingga muncul gejala yang berat dan komplikasi yang fatal.
Virus Corona dapat menular antar manusia..., melalui percikan dahak atau air liur penderita COVID-19 saat sedang batuk atau bersin.
Percikan dahak dan air liur ini..., dapat masuk ke dalam tubuh orang lain melalui mata..., hidung..., atau mulut.
Ketika masuk ke dalam tubuh kita..., virus Corona akan menempel di dinding sel-sel saluran pernapasan dan paru-paru..., lalu masuk ke dalamnya untuk berkembang biak di sana.
Tubuh kita akan merespon untuk mengeluarkan virus..., yaitu melalui lendir dan batuk.
Proses selanjutnya...; adalah pembentukan sistem kekebalan tubuh yang tersusun berlapis lapis..., dan sangat rumit.
Mungkin hanya dokter yang bisa menjelaskan proses ini.
Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang pertama bereaksi..., adalah sistem kekebalan bawaan.
Jika dengan sistem ini virus bisa dimatikan..., maka orang tersebut tidak akan terinfeksi.
Jika sistem imunitas bawaan gagal..., proses selanjutnya adalah sistem kekebalan adaptif...; yaitu membentuk antibodi untuk melawan dan membunuh virus tersebut.
Ketika terjadi reaksi perlawanan tubuh terhadap virus Corona..., akan muncul beberapa gejala...; misalnya demam.
Demam memang diperlukan..., karena pada suhu tersebut memang antibodi dapat bekerja optimal..., asal jangan demam berlebihan tentunya.
Pada sebagian besar orang yang terinfeksi virus Corona..., reaksi sistem imun tubuh akan berhasil melawan virus tersebut..., sehingga gejalanya mereda dan orang tersebut sembuh dengan sendirinya.
Pada sebagian kecil orang..., apabila sistem kekebalan tubuh seseorang tidak cukup kuat untuk melawan Virus Corona atau justru bereaksi berlebihan..., maka akan terbentuk banyak mediator kimia terutama citokin (muncul istilah "badai sitokin").
Orang tersebut akan mengalami gejala COVID-19 yang lebih berat..., yaitu demam tinggi dan sesak napas..., atau bisa juga mengalami kerusakan berbagai organ atau disfungsi multiorgan..., di samping bisa juga terjadi komplikasi infeksi bakterial sekunder.
Hal ini lebih berisiko terjadi pada para lansia atau orang yang memiliki penyakit penyerta sebelumnya...; misalnya diabetes..., jantung..., ginjal..., kanker..., dan HIV.
Itulah mengapa sebagian besar penderita infeksi virus Corona..., tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan dan akan sembuh dengan sendirinya.
Memang seharusnya kita tidak usah panik-panik amat dengan wabah ini..., percayakan lah pada imunitas tubuh.
Untuk itu perlu makanan yang bergizi..., kebersihan badan/anggota badan terjaga..., asupan vitamin yang cukup..., dan hati yang selalu bahagia.
Rahayu
 
Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya
Saturday, September 19, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: