Imunitas Tubuh Orang Indonesia

ilustrasi
Oleh : Reno Risanti Amalia
 
Sebagai warga masyarakat Indonesia, kita harus sangat sangat bersyukur karena hidup di negara berlimpah cahaya matahari dengan dua cuaca yang bisa berbeda cukup ekstrim, pagi panas terik, sore hujan badai, yang menyebabkan tubuh kita terkena flu, pilek, meler, masuk angin, dan sebagainya.
Imunitas tubuh kita menjadi terlatih setiap saat dan menjadi siap siaga terhadap virus, bakteri dan sumber penyakit yang berkeliaran bebas di semesta alam ini. Kecenderungan kita mengabaikan penyakit karena mikrobiota ini pun juga memberi sumbangsih atas kondisi tubuh yang tahan banting ini. Paling kalo sakit ya minum mpon-mpon an, dikerok atau minum teh anget, yang seluruhnya itu membantu pikiran tetap rileks dan membiarkan imunitas tubuh bekerja maksimal.
Rupanya, kekebalan tubuh kita terhadap flu, pilek dan sebagainya yang disebabkan oleh human coronavirus memiliki reaksi silang terhadap Covid-19 ysng sedang nge-tren belakangan ini. Kekebalan kita tersebut MENCEGAH virus Sarscov2 (penyebab Covid-19) masuk melalui reseptor ACE2 dan menginfeksi sel.
Oleh karenanya, tidak mengherankan bahwa kasus positif di Indonesia ini terus meningkat, namun kasus kematiannya cenderung menurun prosentasenya. Kasus positif tersebut cenderung merupakan kasus positif tidak bergejala atau bergejala ringan. Peningkatan angka kasus positif tidsk bergejala tersebut adalah akibat virus yang mudah melekat pada inang namun tidak sampai menginfeksi; kalaupun sampai menginfeksi, ia akan segera dicegah dan masuk dan dinetralisir oleh imunitas yang sudah kita miliki sehingga hanya menyebabkan infeksi ringan.
Besar kemungkinan yang menjadi penyebab kasus kematian adalah komorbid, badai sitokin, virus gabungan atau kesalahan prosedur penanganan.
 
Sumber : Status Facebook Reno Risanti Amalia
Wednesday, September 23, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: