Ilustrasi Pancasila dalam Ayat Al Qur'an

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Engkau masukkan malam kepada siang dan Engkau masukkan siang kepada malam, dan ”Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau memberi rezeki siapa yang Engkau kehendaki dengan tidak berkira. Surah Ali Imran ayat 27.

Perumpamaan hubungan Pancasila dan Agama, adalah sebuah gambaran yang unik. Ayat 27 Surah Ali Imran sangat presisi menggambarkan keadaan hubungan itu. Seperti siang menelan malam dan malam menelan siang. Seperti hubungan akal dan wahyu.

Bung Cebong : Banyak yang bicara Pancasila tapi hanya sebatas kedangkalan yang mereka fahami. Bisakah Kang Mat beri Ilistrasi.

Kang Mat :

Dengan menyatakan proposisi ketuhanan yang maha esa, Pancasila telah mengemukakan sebuah subjek bahasan metafisika full. Seratus persen non-materi. Sesuatu yang transenden. Yang immaterial. Dan tak bisa tidak untuk dapat memahami ini kita butuh kepada ilmu filsafat metafisika. Ontologi, Onto artinya ada, logi artinya ilmu, ilmu yang membahas tentang ada. Yang sisi umumnya gampang sekali, namun sisi khususnya rumit sekali.

Pada proposisi kemanusiaan yang adil dan beradab, Pancasila membutuhkan kepada ilmu filsafat metafisika oleh karena manusia punya sisi immaterial. Juga membutuhkan ilmu antropologi, sosiologi, psykologi, kedokteran (anatomi fisik), sejarah dan akhlaq.

Pada roposisi persatuan Indonesia, disini dibutuhkan ilmu antropologi yang membahas peradaban. Ada sosiologi, geografi, geologi, dan sejarah.

Pada sila ke empat, bicara tentang ilmu politik, hakikat kerakyatan. Hakikat kepemimpinan. Tentang hikmat atau filsafat tinggi, tradisi musyawarah dan etika perwakilan. Bagaimana mengatur bangsa dan negara ada di rel kerakyatan yang dipimpin oleh hilmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Dan kelima bagaimana menghubungkan keadilan sosial kepada keadilan Ilahi. Satu mafhum keadilan yang tak ditafsir-tafsir lagi. Bukan keadilan versi sosialis juga bukan keadilan versi kapitalisme.

Dul Kampret: Jadi Pancasila itu harus percaya hal ghaib. Wujud yang non-materi atau immaterial. Akal dan wahyu dua hal yang akan buruk jika dipisahkan dan diperhadap-hadapkan. Melainkan saling mengisi.

Kang Mat : Tepat Dul. Siang dan Malam dua hal yang saling mengisi. Keduanya beda tapi tak pernah saling disanding-sanding dan dibanding -banding siapa lebih hebat. Kitab suci ada dalam akal manusia nabi di satu sisi, dan akal disempurnakan oleh wahyu di sisi lain. Kalau tak ada akal, wahyu mau menyeru siapa, layakkah binatang, pohon dan batu diseru wahyu ? Tidak.
Dan kalau tak ada wahyu akal akan menderita dalam nestapa skeptisisme. Keraguan panjang yang memilukan dan memalukan.

Santri Kalong : Mereka mau menghidupkan kembali P4.

Kang Mat : Melanjutkan salah kaprah. Ini memang Elit Negeri yang latah.

Angkringan Filsafat Pancasila

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Thursday, February 27, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: