Illusionis Duit

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

(Balap Formula E, Edan ?! 

Istilah ? Jargon ? Puisi ?
Jangan kuatir. Beliau yang satu ini memang jagonya . . .

Tangani banjir misal. Ndak mau pakai sistim 'Normalisasi', tapi cukup 'Naturalisasi'. Kayak pemain sepak bola gitu . . .

Banjir pun disebut bukan banjir, tapi air sedang antre nunggu masuk ke dalam got . . .

Sebelum rame pakai istilah 'karantina' di masa Covid-19, beliau dan jajaran-nya sudah pakai. Karantina Mahoni Monas. Ternyata arti kata 'karantina' itu, menurut beliau, berubah bentuk. Dari pohon, jadi kayu gelondongan, berubah lagi jadi meja, kursi, atau kusen dan daun pintu . . .

New Normal ? Oooo ndak mau beliaunya, pakai istilah 'PSBB Transisi'. Ndak jelas juga, apakah beliau ngerti arti 'transisi' . . .

Ada yang komplain membandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah, yang ndak mau PSBB, namun pakai istilah 'Jogo Tonggo'.

Ya ndak bisa dibandingkan. Jauh. Ganjar pakai istilah apa saja, sah2 saja. Wong bansos pakai duit2 sendiri. Baik APBD Jateng, atau swadaya kota, kabupatem, warga sendiri.

Jakarta ? Cuma urusan bagi Bansos dari pusat saja ndak becus . . .

Masih banyak lagi istilah2, yang ujung2nya hanya untuk nutupi ketidak-becusannya dalam bekerja. Alasan2. Ekskuse diri sendiri.

Jaman sebelum permintaan lokdon-nya belum dituruti, beliau sering nakut-nakuti. Pakai data atau narasi. Data kematian yang 'diplintir', atau bicara 'gentang-genting' . . .

Ada kalimat yang cukup terkenal, 'Pekerjaan hilang bisa dicari, nyawa yang hilang tak akan kembali . . .'

Puitis kan ? Ada lagi. Waktu banyak warga yang mengeluh barang-barangnya rusak karena terendam banjir dulu. 'Semua yang hilang sebenarnya bukan milik kita, tapi milik Allah . . .'

Sungguh menghiburkan kan ? Wwk wk wk . . .

Ada lagi istilah yang baru muncul. Harus dimunculkan. Agar kami, warga DKI bersabar. Terhibur. Semua milik Allah semata. Sabar karena duitnya, di APBD, lenyap tak berbekas. 'Ilusionis Duit' . . .

Ilusionis itu punya arti kira-kira 'Pesulap'. Orang yang ahli 'melenyapkan' materi. Yang nyohor dulu David Copperfield. Sekarang ada Criss Angel.

Apa saja bisa mereka 'lenyapkan'. Dari mobil, gajah, kapal pesiar, sampai tugu monumen . . .

Nah beliau juga begitu. Uang 500 Milyar di APBD dibuat lenyap. Menguap tak berbekas. Kayak acara di TV nya Criss Angel. Bukan binatang Gajah yang hilang, tapi Duit yang jumlahnya sak gajah . . .

Lenyap dipakai untuk hajatan Formula E, yang urung. Sedianya, paling ndak kata beliau, berlangsung bulan Juni ini. Tapi ndak jadi karena Covid-19.

Jumlah yang hilang lenyap sekitar 150 Milyar untuk persiapan, termasuk biaya obrak-abrik Monas. Dan untuk fee 'panitia' 350 Milyaran . . .

Perhelatan Formula E, di Jakarta bersama kota Sanya-Tiongkok, kota Roma- Italia, atau New York-Amerika Serikat, pun ditunda. Harusnya, ketiga kota itu juga tahun ini, tahun 2020. Namun Berlin, Jerman, masih boleh tahun ini. Mungkin tanpa penonton.

Kalender Formula E tahun 2021, beberapa hari lalu telah dirilis oleh FIA, Federasi Otomotif Internasional. Kota-kota Sanya, Roma, dan New York, yang tahun ini ditunda kayak Jakarta, ada disitu. Seakan jadwal-nya digeser.

Yang lucu dan menyedihkan, Jakarta sendiri ndak ada di situ, di jadwal yang baru. Kenapa ya . . . ?

Wong sama2 sudah mbayar fee, Sanya, Roma, NY, dapat jadwal, kok kita orang, Jakarta, ndak ?

Yang sekarang jadi pertanyaan, uang kita ilang, karena 'dibujuki', dibohongi, 'Londo beneran', dengan asumsi karena panitia ajang Formula E, orang kulit putih. Kalau memang begitu, ya harus diminta balik duit kita itu.

Atau justru, kita orang dibujuki Londo Ireng ? Kalau ini yang terjadi, artinya kita orang, warga DKI, lagi disuguhi atraksi 'ilusi', sulap. Pesulap-nya siapa ? Wwk wk wk . . .

Sulapan. Ilangnya duit 356 Milyar, commitment fee balapan tahun 2020. Bahkan masih ada lagi, 153 Milyar commitment fee untuk musim balap 2021 . . .

Total 356 M + 153 M = 509 M Rupiah keplas !

Jadi ? Ayo dicari tahu, yang mbujuki kita orang, warga DKI, Londo Beneran atau Londo Ireng . . .

#SubhanallahKeren . . .
Bisa bikin ilang duit kita orang . . .

Wwk wk wk . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Thursday, June 25, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: