Ikhlas Terima Hasil Putusan MK

ilustrasi

Oleh : Vinanda Febriani

Silang sengkarut sidang gugatan pilpres di MK (14/6) telah berlalu. Seluruh mata dan telinga bangsa ini mendengarkan dan menyaksikan siaran tentang pemaparan fakta dan data baik oleh pihak 01, 02, KPU maupun Bawaslu secara terbuka. Apapun yang mereka sampaikan harus kita hargai sebagai bentuk apresiasi karena telah berani bersuara, benar menurut mereka belum tentu benar di mata konstitusi. Terima kasih kepada pihak 02 yang telah membawa gugatannya ke jalan konstitusi sesuai dengan prosedur demokrasi yang baik dan benar, bukan melalui jalan Thamrin yang mengundang banyak provokator pembuat onar.

Langkah BPN membawa gugatan pemilu ke jalur konstitusi yang menurutnya ada indikasi kecurangan secara TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif) sangat tepat dibanding harus menyuarakan pendapat dengan aksi demonstrasi. Ada celah besar bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan bukan bagian dari 01 maupun 02 untuk menyusup dan menjadi perusuh aksi tersebut seperti yang terjadi sebelumnya pada 21-22 Mei lalu. Tentu kita semua tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kriminal, pembunuhan bahkan pengeboman dan lain sebagainya. Maka harus kita apresiasi keberanian pihak 02 mengajukan gugatan ke jalur konstitusi.

Setelah beberapa hari sidang berlangsung, tibalah saat dimana yang mulia hakim MK memberikan sidang putusan berdasar kajian-kajian dan pertimbangan matang yang telah dibuat. Sidang putusan ini akan dilaksanakan pada Kamis siang ini, (27/6/2019) pukul 12.30 WIB. Terima kasih kami hanturkan kepada para hakim MK yang telah memberikan putusan dengan adil dan bijaksana. InsyaAllah ini menjadi jalan yang terbaik untuk kita semua, apapun dan bagaimanapun hasilnya.

Kedua belah pihak, baik BPN maupun TKN sepakat memberikan pernyataan bahwa keduanya menerima hasil putusan MK dengan lapang dada. Sebagaimana dilansir dari portal berita online Kompas.com(https://bit.ly/2xggECK), Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pihaknya akan menerima apa pun putusan MK. Dahnil berharap masyarakat pendukung Prabowo-Sandi bisa menerima dan menghormati apa pun hasil putusan MK nanti.

Dalam berita tersebut sekaligus menyebutkan bahwa Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, juga berharap semua pihak bisa menerima hasil putusan MK, "Apa pun hasilnya, siapa pun harus menerima hasil putusan MK itu, apalagi proses persidangan di MK sangat terbuka dan transparan," ujar Ace ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

TKN Razman Arif Nasution sebelumnya juga meminta seluruh masyarakat untuk memercayakan proses sengketa hasil pilpres kepada MK. Ia meminta masyarakat untuk tak lagi menggelar aksi di jalanan seusai MK ketok palu lantaran keputusan MK bersifat final dan mengikat.

'Babak penentuan' ini tentu saja membutuhkan proses yang panjang. Sebagaimana kita saksikan di televisi suasana sidang di Mahkamah Konstitusi yang bisa dibilang 'Non-stop' selama 5 hari demi demokrasi yang berkwalitas di negeri ini.

Terima kasih para hakim MK yang telah menuntun rakyat menuju demokrasi yang adil, transparan, beradab dan bermartabat. Kini saatnya kita kembali bersatu padu apapun perbedaannya untuk membangun kesatuan yang utuh demi terciptanya kondusifitas bangsa dan negara.

Menang kalah dalam sebuah kontesasi Demokrasi adalah hal yang biasa. Siap menang juga harus siap untuk kalah. Tidak perlu ada korban demi sebuah ambisi kemenangan atau bahkan kekuasaan. Pemilu sudah usai, kini tibalah waktu untuk kita saling bergandeng tangan mesra. Karena yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan. Masih banyak PR bangsa ini untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Baik BPN maupun TKN, semuanya mempunyai tanggung jawab yang sama: membawa Indonesia menuju bangsa yang lebih bermartabat.

--------- damai selalu Indonesiaku ---------

Sumber : Status Facebook Vinanda Febriani

Thursday, June 27, 2019 - 12:30
Kategori Rubrik: