Ikhlas, Ketidakmelekatan Pada Benda/Seseorang

ilustrasi

Oleh : Sari Musdar

Saat saya dulu belajar memahami arti ikhlas, saya mengambil acuan kehidupan dan ajaran Buddha.

Buddha yang mengajarkan untuk melepaskan kemelekatan pada duniawi, entah itu benda atau orang

Buddha yang meninggalkan kenikmatan dunia, hidup mewah di Istana untuk melihat dunia sekitarnya. orang-orang yang harus kehilangan orang tersayang (ditinggal meninggal) atau kemiskinan

Dulu saya berpikir Muslim yang mempelajari kisah hidup Buddha akan bisa memahami arti ikhlas dan melaksanakannya.

Tetapi ternyata saya salah, dari Nabi Muhammad SAW pun saya bisa memahami keikhlasan, sayangnya jarang ustadz/ ustadzah yang membahas kisah hidup dan akhlak beliau tentang ikhlas. Apalagi sejak pilpres, sebagian ustadz dan ustadzah lebih senang menyerang pemerintah, berbicara tentang komunis tanpa tahu apa itu komunis atau pun khilafah tanpa tahu sejarah khilafah di dunia.

Bergelar ustadz tapi tidak menenangkan kalbu
Bergelar ustadz, tapi membuat pendengarnya dengki dan emosi pada seseorang
Bergelar ustadz tapi berbicara tanpa data dan fakta
Bergelar ustadz tapi dikuasai ego dan emosi

SAYA JENGAH

Ustadz/ ulama yang mengaku wali Nabi, tetapi jarang membahas akhlak Nabi yang mulia.
Saat PILKADA semua sibuk membahas politik, ustadz tanpa paham politik bicara poltik.
Kami rindu sosok Nabi

Nabi lahir dalam keadaan sederhana, ditinggalkan orang2 tersayang, ayah, dan kemudian ibu.

Nabi dibesarkan dengan banyak halangan, tapi itu tidak membuatnya mengeluh

Nabi Muhammad SAW kaya raya, tapi mau hidup sederhana, sementara apakah kebanyakan ustadz kaya raya mencontoh beliau.

Pencapaian dan pemahaman paling dalam di dalam islam sesungguhnya saat kita bisa IKHLAS, RELA DIATUR ALLAH SWT.
Bukan hanya hapal ayat al quran tapi zalim pada istri
Bukan hanya hapal fiqih tapi zalim dengan mengkorupsi harta yang bukan hak miliknya

Aturan fiqih yang segambreng dan selalu diributkan itu, ujung2nya sebenarnya pembentukkan akhlak, bukan berlomba paling pintar

Bukan pula khilafah
Karena nanti di hari akhir yang ditanya amal kita pribadi, bukan apakah kau sudah mendirikan negara khilafah?

Kendalikan diri sendiri

Belajar ikhlas

Rela diatur ALLAH SWT apa pun itu skenario yang diberikan ALLAH
Kenikmatan dunia tidak membuat kita sombong dan hidup bermegah2
Kesulitan hidup tidak membuat kita mengeluh apalagi menjauh dari ALLAH tidak pula mengkambinghitamkan seseorang

Jika kau bisa kendalikan dirimu, maka kau akan nikmati surga di dunia, sekalipun hidupmu tanpa bermegah2

I K H L AS

#Tafakur

Sumber : Status Facebook Sari Musdar

Tuesday, January 21, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: