Ignasius Jonan, Salah Satu Menteri Cemerlang Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Damar Wicaksono

Pagi ini saya dikirimi foto oleh seorang teman, yang sedang iring2an dengan 3 truknya di jembatan timbang Subah (Batang).

Dia salah satu yang dulu saya critain saat saya dan beberapa kawan dikumpulkan di rumah Pak Jonan, saat beliau masih Menhub (Januari 2016). Kawan saya bilang, ngga ada lagi sogok menyogok di jembatan timbang

Waktu kumpul di rumah Pak IJ, Saya ikut mendapat jatah "curhat". Fokus saya adalah banyaknya pungli di jembatan timbang dan layanan taksi komersial di bandara enclave sipil (bandara milik militer yang diprgunakan jg untuk sipil komersial) yang masih buruk.

"Curhat" saya yang pertama langsung ditanggapi Pak Jonan karena memang isu lama. Beliau berjanji membuat jembatan timbang diambil alih pusat. Supaya pengelolaannya seragam. Walo tentu birokratnya masih sama (pegawai pemprov di masing2 jembatan timbang).

Saat jembatan timbang kemudian benar2 diambil pusat (2017 awal), Pak Jonan sudah bukan Menhub. Saya bergetar dan terharu. Usul rakyat jelata benar2 direalisasikan. Trmasuk saat itu ada kawan yang melapor suap oleh syahbandar beberapa pelabuhan, langsung esok paginya dicopot (karena ada bukti kuat)

Beliau (Ignasius Jonan) sempat dicopot Presiden sebelum kembali masuk kabinet sebagai Men ESDM. Kerjanya sebagai Men ESDM bisa trlihat dari elegannya pengambilalihan 41% saham Freeport (melengkapi 9 koma sekian persen yang sdh lama kita miliki)

Well..
Ada orang2 seperti bu Susi, Bu SMI, Pak Jonan atau Pak Arief Yahya misalnya yang berprestasi. Beliau2 juga tidak jaim. Para pembantu Presiden mengikuti gaya Presiden yang egaliter

Saya masih ingin melihat sebagian dari mereka bekerja hingga 2024. Tentu dengan arahan Presiden yang sama

Presiden yang rendah hati, apa adanya, ngga suka ngancem juga ngga suka marah2

Sumber : Status Facebook Damar Wicaksono

Thursday, December 6, 2018 - 18:00
Kategori Rubrik: