Idul Fitri Terpanjang

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Pada hari nan Fitri ini, saya share ucapan paling panjang yang pernah saya lakukan. Kepada seorang perempuan single yang punya talenta bagus tapi rapuhnya bukan main.

Saya dengan sabar mendengarkan keluhannya. Termasuk kabar dia mau bunuh diri dan saya sarankan pergi ke psikiater.

Dia ikuti saran saya. Tapi panic disordernya makin parah. Curhatnya makin tidak masuk akal.

Akhirnya, saya putuskan untuk berkata keras. Sama seperti yang saya lakukan kepada para kolega perempuan saya yang curhat karena kebodohannya ketika jatuh cinta.

Biasanya, cara keras itu ibarat ngemplang kepala mereka agar sadar bahwa hidup ini nyata. Jadi harus di hadapi secara nyata jangan Maya. Bertindak nyata keluar dari cangkang kesedihan dan get real.
Rasakan pahitnya hidup karena disitu kita akan merasakan manisnya kehidupan.

Dan ucapan kasar saya biasanya manjur karena saya jujur.

Berikut ucapan Idul Fitri yang saya maksud.

SELAMAT IDUL FITRI
KEMBALI KE FITRAH
Kembali menjadi orang dewasa

Bukan sosok dewasa tapi jiwanya masih anak kecil.

Dewasa itu adalah sosok yang bertanggung jawab atas pekerjaan.

Dewasa itu tenang, fokus dan mengerti apa yang harus dilakukan ketika menyelesaikan pekerjaan.

Dewasa itu menentukan target dan menyusun rencana sampai hal hal yang rinci ternasuk jika gagal bagaimana.

Dewasa itu tidak seperti anak kecil yang minta dikasihani karena kesalahannya dan berharap orang berbelas kasihan.

Dewasa itu tegar dalam menghadapi tantangan dan berusaha mengatasi tantangan itu dengan tenang. Bukannya berkeluh kesah dan menampakkan muka melas di hadapan semua orang.

Dewasa itu siap menghadapi tantangan SENDIRIAN. Bukan minta pertolongan orang lain termasuk orang tua.

Tanpa kedewasaan, dipastikan orang itu akan gagal dan tersungkur dimakan oleh ketakutan dia sendiri dan kemudian menjadi hina sehinanya karena tersingkir dimakan kejamnya roda zaman.

Kamu punya kelebihan. Semua di kantor mengakui itu. Tapi gagal dalam eksekusi karena tidak mampu menyeIesaikan masalah dengan tenang dan cepat putus harapan. Hingga yang muncul adalah sosok yang rapuh dan mengemis belas kasihan. Padahal dunia kerja adalah dunia profesiomal bukan lembaga sosial atau rumah sakit jiwa.

Dewasa itu siap menghadapi tantangan tanpa harus kelihatan seperti orang yang selalu cari perhatian dengan bertingkah seperti anak kecil.

Dewasa adalah mampu menyelesaikan masalah sendirian dalam pekerjaan tanpa harus beritahu siapapun termasuk orang tua atau siapapun, karena mengadu itu tanda tidak mampu, kekanak-kanakan.

Dewasa itu mencari fitrah untuk menjadi manusia yang mandiri, rendah hati, tahu diri, tahu menempatkan diri, tahu bagaimana merencanakan segala sesuatunya dengan pintar dan tidak emosional.

Karena pada dasarnya, kembali ke fitrah adalah menemukan jati diri kita sebenarnya yakni kita sendiiri yang bisameningkatkan kualitas kehidupan kita.

Menjadi dewasa adalah sadar sesadarnya bahwa tidak ada seorangpun yang menolong diri kita selain diri kita sendiri.

SELAMAT IDUL FITRI
KEMBALI KITA KE JATI DIRI

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Wednesday, May 27, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: