Idul Fitri Dan Takdir

ilustrasi
Oleh : Agus Salim
 
Ba'da maghrib menyambangi pesantren Azziyadah sekedar maaf-maafan sama kawan santri yang tidak mudik dan lebaran di pondok, setelah siangnya silaturahmi ke rumah mertua di beda kecamatan, pulangnya di bawakan banyak bekal makanan lebaran, sampai rumah saya lihat emak di kamarnya sedang tertidur pulas, ya sudah saya sempatkan waktu sebentar untuk berolahraga angkat beban, satu jam sudah saya berolahraga, saya tengok emak masih tidur pulas juga.
 
Saya mandi bersihkan badan, sholat maghrib kemudian bermaksud suapin emak makan sore, saya tengok belum bangun juga, akhirnya bekal makanan dari mertua saya bawa ke pondok untuk di makan kawan santri, sekitar lima belas menitan saya pamitan, salah satu santri berkata
"Kok buru-buru kang?"
"Iya, gak bisa lama, emak sendirian di rumah, gak ada siapa-siapa".
 
Sampai di rumah langsung menuju kamar emak, matanya sedang ketap-ketip menatap langit-langit kamarnya
"Assalamu'alaikum mak".
Emak mengangguk, menjawab salamku dalam hati, saya raih tangannya dan menciumnya, dengan terbata sedikit terdengar tidak jelas emak berkata
"Lapar... makan..."
"Iya mak, sudah di siapkan makannya, lauknya opor ayam edisi lebaran". Jawabku
Emak tertawa mendengar jawabanku.
Setiap kali suapan emak berusaha ngajak ngobrol sekalipun sudah tidak jelas lagi ucapannya, katanya emak lagi inget almarhum bapak, lagi inget keluarga dan saudaranya yang sudah meninggal, ujung-ujungnya nangis dan minta pengen cepet nyusul yang sudah mendahuluinya, katanya sudah capek hidup tapi gak bisa apa-apa.
 
Saya menguatkan emak bahwa setiap manusia ada garis takdirnya masing-masing
"Siapa tahu saya yang terlihat sehat bugar begini di takdirkan mendahului emak matinya". Kataku
Emak nangis lagi, sambil berucap
"Ampura... ampura..."
"Sudah, emak jangan putus asa, Allah tidak akan menguji hambanya melampaui batas, perbanyak istighfar saja, lebih bernilai pahala". Kataku lagi.
 
Yang sakit dan yang sehat harus sama-sama sabar dan saling maaf memaafkan, sebab kita berbagi kehidupan di dunia ini hanya sementara, belum tentu lebaran tahun depan kita masih bisa saling memaafkan.
 
Mohon maaf lahir dan bathin dari emak sekeluarga.
 
Sumber : Status Facebook Agus Salim
Thursday, June 6, 2019 - 17:30
Kategori Rubrik: