Idola dan Kultus Individu

RedaksiIndonesia - Tayep Erdogan, Presiden Turki yang fasih baca Quran itu, punya banyak penggemar di Indonesia. Para gruppies fans Erdogan rata-rata juga mengidolakan Bima Arya. Itu karena Bima dengan tegas melarang perayaan Assyura di kotanya.

Sementara itu, gruppies yang sama juga mengidolakan Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya. Ramzan sosok yang kokoh, berkharisma, sholeh, pembela marwah Islam. Dia sesuai untuk dikapitalisasi sebagai antitesis Jokowi yang loyo dan musuh orang-orang beriman.

Namun, tiba-tiba semua melongok. Di luar dugaan, Ramzan Kadyrov mendukung Putin atas sikapnya membantu Bashar Al-Asaad menghabisi ISIS (halah, semua juga tahu, sebenarnya bukan cuma ISIS yang disikat Putin). Bahkan Ramzan pun meminta izin Putin untuk mengirim pula pasukan Chechnya ke Suriah.

Erdogan nggak ketinggalan bikin melongo. Di Youtube, sekarang lagi rame video Erdogan saat menghadiri perayaan Assyura umat Syiah di Turki. Tak cuma hadir, ia pun memberikan sambutan penuh semangat, yang oleh si host ditangkap sebagai support Erdogan kepada persatuan Sunni dan Syiah.

***
Dunia ini rumit. Politik itu rumit. Manusia-manusia itu rumit. Pandangan-pandangan ideologis juga rumit. Kepentingan-kepentingan, apalagi. Jauh lebih rumit.

Di atas papan catur berisi segala kerumitan itu, kita menciptakan sosok-sosok idola dengan cara yang mentah, simplistis, bahkan "gampangan". Di situlah repotnya. Kalau terus-terusan begitu cara kita, ya siap-siap saja: kita cuma akan menghabiskan waktu dengan melongak-longok.

Oleh: Iqbal Aji Daryono

(Artikel diambil dari Facebook)

Thursday, November 5, 2015 - 12:00
Kategori Rubrik: