Ideologi Pancasila vs Khilafah, Bendera Merah Putih vs Bendera Hitam

Oleh: Rudi S Kamri

 

SAYA sangat setuju dengan pendapat Jenderal TNI Purn AM Hendro Priyono, dalam kontestasi Pilpres 2019 sejatinya adalah pertarungan frontal antara Ideologi Pancasila vs Khilafah. Dan secara realita meskipun agak menyakitkan tapi harus berani saya kategorikan bahwa Kubu 01 adalah representasi dari ideologi nasional kita Pancasila sedangkan kubu 02 merupakan representasi dari ideologi khilafah.

Kubu 02 boleh teriak marah dan protes dengan klasifikasi yang saya buat. Tapi harus diakui bahwa dalam kenyataannya Kubu 02 secara nyata telah diboncengi oleh kelompok radikal Islam yang mengusung ideologi khilafah. Kelompok mereka meskipun sejatinya tidak percaya dengan demokrasi, tapi untuk memuluskan jalannya mereka bisa menyaru dan memanfaatkan momentum Pilpres 2019 untuk mengkhilafahkan Indonesia.

 

 

Bagaimana dengan Prabowo dan Sandiaga ? Secara pribadi saya masih percaya mereka berdua masih berjiwa nasionalis. Akan tetapi bagi saya mereka adalah sosok pragmatis yang membiarkan kelompok radikal Islam yang berideologi khilafah ini membonceng kendaraan mereka. Bahkan menurut saya kelompok radikal Islam ini merupakan motor penggerak untuk menggerakkan dukungan kepada Kubu 02. Jadi dapat dikatakan bahwa mereka melakukan kerjasama yang "mutualism symbiosis" kerjasama saling menunggangi dan saling menguntungkan.

Bisa dibayangkan apabila mereka benar-benar bisa menguasai Indonesia. Mereka pasti akan serta merta akan merusak peradaban dan kebudayaan Indonesia. Dan yang pasti akan merupakan ancaman serius bagi kebhinekaan Indonesia. Ideologi khilafah yang mereka anut adalah anti keberagaman. Dan hal itu adalah ancaman serius terhadap eksistensi NKRI dan Pancasila serta Merah Putih.

Lalu apakah mereka harus kita biarkan ?

TIDAK !!! Kita harus melawan keras mereka dengan memperkuat soliditas kita sebagai anak bangsa untuk mempertahankan ideologi nasional kita PANCASILA. Kita harus sekuat tenaga mencegah berkibarnya bendera hitam dengan cara kita kibarkan BENDERA MERAH PUTIH. Dan saat ini keindonesiaan kita sedang diuji : kita menjadi seorang anak bangsa yang NASIONALIS atau yang pragmatis.

Cara yang paling efektif untuk menghadang kelompok pro ideologi khilafah ini satu-satunya jalan adalah MEMENANGKAN JOKOWI-MA pada Pilpres 17 April 2019 nanti. Kemenangan Jokowi-MA adalah lonceng kematian bagi tumbuh kembangnya ideologi khilafah ini di Indonesia.

Jadi Pilpres 2019 ini, perjuangan kita bukan sekedar bertujuan memenangkan JOKOWI-MA semata tapi lebih merupakan perjuangan kita untuk MEMPERTAHANKAN NKRI, IDEOLOGI PANCASILA dan tetap berkibarnya MERAH PUTIH di tanah air tercinta.

Dan melalui tulisan ini, bagi sekelompok orang yang berencana GOLPUT atau konon ada jutaan orang yang akan berencana berlibur tanpa mau menggunakan hak pilihnya, dengan segala kerendahan hati SAYA MENGHIMBAU untuk MEMBATALKAN RENCANANYA. Jiwa nasionalisme Anda diukur dengan seberapa besar kepedulian Anda terhadap nasib bangsa ini. Meskipun hal tersebut merupakan hak privat Anda, mohon maaf kalau saya dengan ini mengecam keras ketidakpedulian Anda terhadap masa depan NKRI, Pancasila dan Merah Putih.

Indonesia itu PANCASILA, bukan yang lain. Indonesia itu MERAH PUTIH, bukan yang lain.

Kalau Anda cinta Indonesia, 
Ayo kita MERAH PUTIH-kan Indonesia.
Kita Merah Putih-kan lingkungan terdekat kita jangan biarkan bendera hitam berkibar di Bumi Pertiwi ini.

Nasib bangsa dan negara, saat ini ada di tangan kita. Mendukung Jokowi-MA berarti kita mendukung NKRI, Pancasila dan Merah Putih.

Salam SATU Indonesia 
(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Saturday, March 30, 2019 - 07:45
Kategori Rubrik: