ICMI : Politisasi Agama Dilarang dalam Islam

REDAKSIINDONESIA-Anggota Dewan Kehormatan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Fuad Amsyari, mengatakan politisasi agama merupakan hal yang dilarang dalam Islam.

Dalam Seminar Nasional "Mencari Kesepakatan tentang Makna Politisasi Agama" yang digelar di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Fuad juga menyatakan bahwa agama dan politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

"Agama dan politik tidak dapat dipisahkan sebab politik adalah bagian integratif dari ajaran agama Islam. Meski demikian, dalam Islam tidak dibenarkan adanya politisasi agama," jelas Fuad sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (4/3/2018) malam.

Fuad mengatakan dalam berpolitik, Islam menjadi pijakan utama, di mana aspek politik dalam Islam berasal dari Al-Qur'an dan Sunnah. Dia menekankan bahwa Islam tidak bisa lepas dari sebuah tatanan kehidupan bernegara.

"Melalui proses politik pula rasul menjadi kepala negara Madinah. Hal ini sudah menjelaskan kalau memang Islam memberikan ajaran politik," jelas sosok yang pernah memimpin Partai Bulan Bintang Wilayah Jawa Timur dan Wakil Ketua Dewan Penasihat MUI Pusat tahun 2005-2010 ini.

Namun Fuad menegaskan yang terlarang dalam agama Islam adalah politisasi agama. Apalagi jika memanfaatkan simbol agama untuk tujuan dan aktivitas politik yang tidak terkait dengan kaidah agama.

"Mengelabui orang beragama untuk kepentingan politik, itulah politisasi agama," kata sosok yang juga mengembangkan ‘lsm non-profit’ yang fokusnya untuk pemberdayaan masyarakat muslim, ‘Fuad Amsyari Center (FA Center)’.

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia atau ICMI sendiri merupakan sebuah organisasi cendekiawan muslim di Indonesia yang dibentuk sejak Desember 1990 di Kota Malang. Di pertemuan pertama itu juga dipilih Baharuddin Jusuf Habibie sebagai ketua ICMI yang pertama. Sementara itu, Ketua Umum ICMI periode 2015-2020 adalah Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H.

Seminar Nasional "Mencari Kesepakatan tetang Makna Politisasi Agama" yang digelar di Pesantren Tebuireng, Jombang turut dihadiri pengasuh Pesantren Teubireng KH. Salahudin Wahid (Gus Sholah). Selain Fuad Amsyari, turut menjadi pembicara Guru Besar Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya, Masdar Hilmy.

Sumber : tirto.id

 

 

 

Monday, March 5, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: