Ibunda Presiden Kembali Di Fitnah

Fakta

Oleh : Enha

Geram. Saya merasakan irama degup jantung lebih cepat. Saat di sebuah group WA yang saya ikuti beredar meme menyakitkan, "nenek dimana". Tak lama kemudian, di Inbox Messanger, ada teman FB yang meminta konfirmasi kehadiran Bu Noto, Ibunda Presiden kita di perhelatan syukur pernikahan putri sang Presiden, Kahiyang Ayu.

Saya yang saat membaca berita tersebut baru saja keluar dari gedung utama dan mulai menyicipi hidangan, tak kuasa melepaskan kesal, dan seperti saya tuliskan di awal tulisan ini; geram. Ya, saya nda habis pikir kok bisa-bisanya kaum budat ini kehilangan akal budi meyebar bohong dan fitnah dan lagi-lagi ditujukan kepada Ibunda Presiden yang bersahaja.

Sejak 2014 saya beberapa kali menulis sosok Bu Noto yang dahsyat. Meskipun beberapa di antaranya viral tapi ternyata tak jua menghentikan kebiasaan buruk para haters. Kebencian bila sudah memenuhi hati memang sulit melihat cahaya, yang tampak hanya kegelapan.

Kring... tetiba handphone saya berbunyi. Layar sentuhnya menampilkan sebuah nama, Sita Iswinanti, ya mba sita memang sedang bersama mas Tito Adji dan mba Maya Iswari di dalam gedung. "Ustadz Enha dimana? Ini dicari Bu Noto, di ruang makan VIP yaa".

Deg. Kontak batin 

Saya segera kembali memasuki gedung. Membelah antrian tamu yang mengular, panjang dan berkelok. Setelah ketemu mba Sita, saya menuju ruang makan VIP. Mata saya segera menangkap wajah teduh Ibunda Presiden, kalem menyantap hidangan Macaroni yang sebelumnya sudah kusantap.

Saya memberi salam dan Bu Noto menghentikan sejenak makannya, beliau menatap saya dan mengucapkan selamat datang, saya segera merebut tangannya yang tua dan lembut, kudaratkan di hidungku, menciumnya seperti aku mencium tangan ibuku sendiri.

Kami berbincang dan mba Sita mengabadikan momentum ini, di akhir obrolan saya mengajak beliau selfi, rasanya belum puas kalau nda selfi sama beliau.

Ah. Ibu yang bersahaja.

Saya mengagumi Bu Noto. Ketabahan dan keikhlasannya melawan badai fitnah yang menerpa dirinya sejak sang anak menjadi orang nomor satu di negeri ini dilaluinya dengan ringan, seperti yang pernah beliau ucapkan saya sowan ke rumah beliau beberapa waktu yang lalu;

"bila terhadap yg dituduhkan kita tidak melakukan, maka isyarat dukungan tuhan adalah kita diberikan ketenangan, alhamdulillah saya sangat tenang menghadapi semua ini."

Sumber : Status Facebook Enha

Thursday, November 9, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: