Ibunda Jokowi : "Tuduhan Komunis Menyakitkan Keluarga"

Ibunda Jokowi saat tasyakuran

Oleh : Alif Kholifah

Sejak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI beberapa tahun lalu hingga saat ini, tuduhan yang diarahkan kepada Presiden Jokowi sebagai komunis masih saja mewarnai media sosial. Akibatnya keluarga memendam rasa sakit yang luar biasa. “Dari Jaman Pilgub terus Pilpres, keluarga kami selalu tak luput dari fitnah yang keji. Ya pak Noto, ya saya, ya anak saya, Jokowi dikatakan keluarga China, keluarga Komunis dan sebagainya. Tuduhan komunis menyakitkan keluarga, menyakitkan bagi saya” ungkap Sudjiatmi Notomiharjo, ibunda Presiden Joko Widodo.

Hal ini ditegaskan dalam acara syukuran tahun baru 2017 bersama keluarga di kediamannya di Kelurahan Sumber, Solo, Senin (2/1). Hadir dalam tasyakuran Miyono (kakak bu Sujiatmi), Setiawan (adik ibu Sudjiatmi), Titik Ritawati (adik Jokowi) dan Idayati (adik Jokowi). Ungkapan seorang ibu presiden ini menunjukkan betapa hatinya tersiksa lebih dari 3 tahun fitnah terus diarahkan kepada keluarga.

Meski memegang jabatan sebagai Presiden, Joko Widodo tak pernah sewenang-wenang menyalahgunakan keuasaannya apalagi untuk memenjarakan orang yang secara serampangan menuduh keluarganya komunis.

Apabila memang bermasalah (ada catatan tersangkut komunis) tentu saat melamar menjadi Walikota, Gubernur bahkan Calon Presiden maka tidak akan lolos. Dengan 2 kali lolos sebagai calon walikota, 1 kali sebagai cagub dan 1 kali sebagai capres membuktikan Joko Widodo bersih dari sangkut paut komunisme.

“Coba saya mau tanya kalau keluargamu di fitnah terlibat PKI, bagaimana? Mau ga? Pasti marah kan? Apalagi dikatakan saaya bukanlah ibu kandung Jokowi, ini yang paling menyakitkan” papar bu Sudjiatmi dengan suara bergetar. Para wartawan yang mengikuti jumpa pers syukuran itu pun terdiam dan suasana hening.

Walaupun serba menyakitkan, sang ibunda presiden berusaha tetap sabar, tabah dan menganggap semua itu cobaan. Dirinya berdoa agar anak-anaknya diberi kesabaran, ketabahan serta dijauhkan dari dendam. Tak lupa orang-orang yang memfitnahnya didoakan agar diberiskan kesadaran maupun Hidayah dari Allah SWT.

Penjelasan ini seharusnya menjadikan masyarakat berkaca pada diri sendiri. Agama telah melarang kita memfitnah, menuduh tanpa bukti. Menjadi posisi orang yang dituduh dan difitnah sungguh menyakitkan. Meski memiliki jabatan Presiden, buktinya Joko Widodo tidak sembarangan memejahijaukan para pemfitnahnya. Orang-orang yang berurusan dengan polisi semuanya karena ada pihak yang keberatan dengan fitnahan tersebut.

Salah satunya yang kini sedang dalam penyidikan yakni penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri. Dalam bukunya tersebut Bambang Tri menuduh Jokowi terlibat komunisme dan merupakan saudara kandung Bimo Putranto, mantan anggota DPRD Kota Surakarta.

Monday, January 2, 2017 - 13:15
Kategori Rubrik: