Ibu Pelaku Kampanye Hitam Di Karawang Jelas Percaya Hoax

ilustrasi

Oleh : Dahayu

Tadi ngelihat ibu ini di tivi. Saat ditanya anaknya dapat info bahwa Jokowi melarang adzan dan melegalkan kewong sejenis itu darimana, dia menyebut dari tivi2. Tapi dia tak bisa nyebutin tivi mana. Mungkin dia bingung, ato bodoh. Lha kalo bodoh kenapa jahat? Kalo bodoh, jahat, jumlahnya banyak. Mapooslah sudah.

Saat ditanya, bukankah selama 4 th Jokowi jadi presiden tetap ada azan, dan ga ada pelegalan kewong sejenis?, ibu ini dengan judes berkata: baguslah kalo ga ada. (Lihat mukaknya pas ngomong gitu pengen nampol gas melon). Kurasa kupingnya dikencingi setan hingga ga bisa denger azan. Mungkin speaker mesjid perlu ditempelin ke kupingnya. Siapa tau beneran budeg.

Ibu ini tetap merasa anaknya tidak bersalah. Dan tetap merasa tak menyebarkan berita bohong. 

Ibu ini cuman puncak gunung es. Dibawahnya ada keluargaku, sepupu2ku, teman2ku, omku, bulikku, dll. Itu makanya aku membalas dengan radikal. Dulunya aku sante2 saja, kontestasi copras capres itu ya hal rutin biasa. Tapi kerusakan semenjak tahun 2014 sudah terlanjur parah, menggerogoti otak sodara2ku, keluargaku dan teman2ku, seperti gangren, dan embuh... aku nggak terima dan tak tak sudi untuk diam.

Jadi kalau aku cangkeman dan memuakkan bagi golputers suci, itu bukan urusan menang ato kalah, tapi karena aku tidak terima dengan kerusakan yg mereka tancapkan di otak keluargaku.

Dan aku muak, ya... dikafir2kan sama Neno, dimunafik2an sm jemblem, habsi, tulaibi, dan kader2 partai sapi!!!. Lha emang rai2ne kui sopo, kok semuci!! Padahal uripe jg isih do berkalang aib!!

Sumber : Status Facebook Dahayu
 
Friday, March 1, 2019 - 08:00
Kategori Rubrik: