Ibu Kota Baru RI Berkonsep Forest City, Bagaimana Fasilitasnya?

ilustrasi

RedaksiIndonesia-Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memindahkan ibu kota Negara Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan. Desain ibu kota baru itu menggunakan konsep dasar forest city atau kota di dalam hutan.

Berdasarkan dokumen rencana dan kriteria dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rabu (21/8/2019), akan dibangun ibu kota baru yang cerdas, modern, dan berstandar internasional.

Pemerintah akan mempertahankan hutan Kalimantan yang menjadi lokasi pembangunan ibu kota baru ini. Nantinya ruang terbuka hijau (RTH) di ibu kota baru mencakup minimal 50% dari luas ibu kota.

Dalam RTH tersebut akan dibangun taman rekreasi, ruang hijau, kebun raya, kompleks atau sarana olah raga yang terintegrasi dengan bentangan alam, supaya nantinya RTH ini layaknya di kawasan berbukit yang meliputi daerah aliran sungai (DAS).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan lokasi Ibu Kota Baru Negara Republik Indonesia adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019) siang.

Kalimantan Timur," ungkap Presiden Jokowi sebagaimana dipantau dari siaran langsung TVOne.

Jokowi menambahkan pemilihan lokasi ibu kota baru di Kaltim karena risiko bencana di sana minim, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, dan tanah longsor.

"Selain itu, lokasinya strategis di tengah-tengah Indonesia dan berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang yakni Balikpapan dan Samarinda," ungkap Presiden.

Kemudian, infrastruktur di kawasan tersebut lengkap dan tersedia lahan dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektare.

Menurut Presiden Jokowi, rencana pemindahan ibu kota sudah digagas sejak lama bahkan sejak era Presiden Pertama Ir. Soekarno. Dan sebagai bangsa besar yang sudah 74 tahun merdeka, tambah dia, Indonesia belum pernah menentukan ibu kotanya sendiri.

Kenapa ibu kota harus pindah saat ini? Menurut Jokowi, alasan pertama karena beban Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, bisnis, keuangan, perdagangan dan jasa, dan juga airport, bandar udara, pelabuhan laut, yang terbesar di indonesia.

"Kedua, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total penduduk Indonesia dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa," kata dia.

Jokowi menambahkan total kebutuhan untuk membangun ibu kota baru mencapai Rp466 triliun. Dana itu nantinya berasal dari APBN, skema kerja sama pengelolaan aset di ibu kota baru dan DKI Jakarta, serta investasi langsung swasta dan BUMN.

Jokowi menekankan pemindahan ibu kota urgen dilakukan saat ini karena pemerintah tak bisa membiarkan beban Jakarta dan Pulau Jawa semakin berat baik dalam hal kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan sebagainya.

Sumber : Status FP Nophie Kurniawati

Tuesday, August 27, 2019 - 09:30
Kategori Rubrik: