Ibadah Online

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Covid-19 telah menyebabkan banyak tempat ibadah harus ditutup untuk sementara. Hampir semua gereja, masjid, vihara, dan pura, terpaksa meniadakan ibadah mereka untuk menghindari kerumunan orang, guna meminimilasir penyebaran virus.

Alam semesta punya cara tersendiri untuk menyadarkan manusia, alam semesta telah mencelikkan mata manusia bahwa Sang Pencipta Alam Semesta tidak berdiam didalam rumah-rumah peribadatan atau di tempat-tempat yang dianggap orang sebagai tempat suci, dimana konon katanya, di tempat-tempat itulah Tahta Tuhan berada.

Basilica Santo Petrus Vatican, Masjidil Haram di Arab Saudi, Tembok Ratapan dan Gereja Nativity di Yerusalem, Mega Gereja yang tersebar di seluruh Amerika, Pura-pura besar di seluruh dunia, semuanya meniadakan ibadah mereka.

Dimanakah Tuhan ?

Fenomena yang terjadi didalam nama agama ; dimana atas nama agama, telah bermunculan para "pengkhotbah besar" yang sangat piawai menyihir umat manusia melalui gerak tubuh dan tata bahasa memikat, dengan suara lantang bak MC UFC diatas ring Octagon, menyihir jutaan umatnya dan menggiring mereka kedalam pemahaman agama yang amat dangkal.

Maka tak heran belakangan ini terjadi trend di seluruh dunia, dimana para pengikut agama mulai meninggalkan agamanya dan beralih menjadi Agnostik atau bahkan Atheist.

Orang-orang mulai sadar bahwa ajaran agama yang disebarkan oleh para "pelayan tuhan penyihir" itu telah banyak sekali melahirkan kemunafikan umat ; memperkaya para pemimpin agama dan memperbodoh umatnya.

Pandemi Covid-19 telah menyadarkan banyak orang bahwa ketika wabah Corona mencabut puluhan ribu nyawa umat manusia, agama tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikannya ; agama juga tidak memiliki kontribusi apapun buat kemanusiaan. Sebaliknya Science ( ilmu pengetahuan dan tekhnologi ) yang mampu mengatasi pandemi ini.

Ketika Tuhan menutup tempat-tempat peribatan dengan caraNya sendiri, para tokoh agama tetap tidak menyadari bahasa alam ini. Mereka tidak juga sadar bahwa "Proses Pemurnian" sedang terjadi di seluruh penjuru dunia.

Pandemi mengharuskan setiap umat manusia untuk mulai mencari dan menyembah Tuhan didalam rumahnya masing-masing ; untuk berdoa dan memuliakan Tuhan sendirian, tanpa dilihat oleh orang lain.

Yesus / Isa Al'masih pernah berkata : "Dan apabila kamu BERDOA JANGANLAH BERDOA SEPERTI ORANG MUNAFIK. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di RUMAH-RUMAH IBADAT, dan pada tikungan jalan raya, SUPAYA MEREKA DILIHAT ORANG .... Tetapi jika engkau BERDOA, MASUKLAH KEDALAM KAMARMU DAN TUTUPLAH PINTU, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada ditempat tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu ". ( Mat. 6 : 5 - 6 ).

Tempat-tempat ibadah kosong melompong, sunyi sepi dari gelegar suara "para penyihir", kantong-kantong persembahan dan kotak-kotak amal penuh debu disudut ruangan, kosong tanpa ada lembaran-lembaran warna hijau, biru, merah didalamnya. Aliran "uang tuhan" yang jutaan bahkan puluhan juta per minggunya harus terhenti sementara. Para penyihir pusing tujuh keliling dibuatnya ...

Jika ibadah harus terhenti beberapa bulan akibat tuhan tak kuasa mengatasi si Corona, maka ini akan sangat berbahaya buat para pemimpinnya ; karena jika terlalu lama absen, bisa-bisa umatnya tidak akan kembali lagi beribadah di rumah ibadah yang dikelolanya. Jika umatnya habis, maka setoran rutin pun akan berkurang drastis ...

Solusinya ; Ibadah online ( live streaming worship ) harus dilakukan agar umatnya tetap ada didalam kontrol.

Alam Semesta sudah mencelikkan mata-mata yang buta untuk melihat Kebenaran Tuhan. Dan Tuhan sendiri sudah membimbing seluruh umat manusia agar menemuiNya didalam kamar masing-masing, tapi para penyihir tetap punya jurus ampuh untuk coba menarik orang-orang bodoh kembali kepada mereka melalui Ibadah Online ... !!!

Memang benar apa yang tertulis didalam kitab suci bahwa : " TIDAK SEMUA ORANG BISA DISELAMATKAN !"
Hanya orang-orang yang sadar dan bertobat yang terselamatkan !!!

Mengapa masih kau keraskan hatimu ??

Semoga tersadarkan 

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Sunday, April 12, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: