Ibadah Jokowi Jadi Fitnah Keji Oleh Mardhani

ilustrasi

Oleh : Utomo Karto

Tweet pentolan pks yang menuding Joko Widodo, Presiden Indonesia untuk masuk kabah benar-benar fitnah keji. Adalah Mardhani Ali Sera, anggota DPR Fraksi PKS,  penggerak tagar 2019 Ganti Presiden sudah benar-benar tak beradab. Tweet sejenis juga dilakukan oleh Tengku Zulkarnain Wasekjen MUI tanpa mampu menunjukkan bukti. 

Padahal kedatangan Presiden Joko Widodo murni beribadah Umroh, sama yang dilakukan nya tahun 2003 maupun 2014. Hanya saja kali ini Raja Salman memberi kesempatan beliau masuk ke Baitullah. Dalam ibadah Umroh kali ini Presiden diikuti oleh Ibu Negara dan dua putranya, Gibran dan Kaesang. 

Selain berkesempatan memasuki Kabah, Presiden juga mencium Hajar Aswad serta berziarah ke makam Rasulullah SAW.  Momentum ibadah yang sangat berkesan. 

Disaat yang sama, Cawapres Sandiaga Uno juga Umroh tetapi keduanya tidak tampak berpapasan. Pun rencana Sandi bertemu Rizieq Shihab tidak terlaksana. Ada dugaan rumah Rizieq dijaga ketat askar karena tokoh politik dalam maupun luar negeri tidak bisa sembarangan melakukan aktivitas di Arab Saudi karena negara itu sangat resistens pada aktivitas politik. 

Kembali pada soal Mardhani, entah ini fitnah ke berapa kali yang dia lakukan dan ditujukan pada  Presiden. Tweet itu makin menegaskan bahwa PKS yang mengklaim sebagai partai Islam hanyalah pepesan kosong. Membawa agama dan mengaitkannya sebagai ruh perjuangan bagi PKS adalah tipu-tipu. 
 
Bagaimana perilaku fitnah, hasut, iri dan dengki tetap menjadi keseharian mereka. Kebiasaan memfitnah di PKS sudah menjadi protap jika menghadapi lawan politik nya. Hal ini juga dilakukan oleh Hidayat Nur Wahid,, Fachri Hamzah serta kader-kader lain. Politik telah menggeser adab, fatsun maupun perilaku-perilaku Islami lainnya minggir. 
 
Inilah yang bisa mendorong rakyat, muslim terutama pemilih PKS akan makin meninggalkannya.  Perilaku elit PKS bukan malah memberi tauladan, contoh, gambaran bagaimana muslim berpolitik. Kejadian kesekian kali ini makin membulatkan tekad bahwa mereka benar-benar layak diguremkan pada pemilu 2019.
 
Mengklaim sebagai partai kader tapi tidak mampu menghasilkan kader-kader cerdas,  brilian, punya gagasan, ide yang cemerlang malah elitnya membuat busuk PKS. Memang sudah waktunya PKS kita kubur dalam-dalam di pemilu ini agar tidak ada lagi orang -irang yang gemar memfitnah,  menghasut maupun mengadu domba.
Tuesday, April 16, 2019 - 17:00
Kategori Rubrik: