Ibadah dan Bisnis

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Abu Sufyan ketika masih musyrik dan jadi pimpinan Mekkah menjelaskan kenapa risalah samawi yang monoteis itu harus ditentang. Alasannya karena tauhid itu jadi ancaman bisnis mereka.

Kok bisa?

Karena ajaran tauhid itu anti berhala, padahal kota Mekkah menurutnya jadi ramai sebagai pusat bisnis karena ada banyak berhala yang disembah.

Semakin banyak berhala, semakin banyak peziarah datang, semakin lancar bisnis mereka.

Jadi kalau ajaran Islam itu melarang penyembahan berhala, dikhawatirikan pengunjung Mekkah akan sepi dan berkurang. Maka jadilah Nabi SAW dianggap ancaman kemakmuran Mekkah.

Sudah ada 360 berhala saja rasanya masih kurang, apalagi malah mau dihilangkan semua berhala dan cuma ada satu Tuhan. Bisa bubar bisnis orang Mekkah.

Sekedar info, selama ini penduduk Mekkah hanya bisa mengandalkan pemasukan dari bisnis perdagangan. Tanah Mekkah tidak subur seperti Madinah yang bisa panen kurma.

Jadi perdagangan lah yang jadi andalan. Dan kunci perdagangan itu dengan ramainya pengunjung, yang tertarik ke Mekkah karena ada banyak pilihan wisata rohani.

Ada banyak spot di pelataran Ka'bah yang bisa dijadikan objek penyembahan.

Jadilah Mekkah kota bisnis yang sibuk, karena terbantu ada 360 berhala, yang jadi daya tarik kota pusat peribadatan.

Asal Muasal Berhala di Mekkah

Terinspirasi dari gereja besar di Negeri Yaman, atau sebagian riwayat menyebut negeri Syam, dimana di gereja ada patung-patung orang shalih yang banyak digemari para peziarah.

Awalnya sekedar kenang-kenangan dsn penghargaan kepada orang shalih. Tapi lama-lama statusnya naik jadi sesembahan.

Rupanya menyembah satu Tuhan yang tidak terlihat agak kurang meyakinkan. Beda jauh kalau ada benda yang bisa dikeramatkan, disucikan dan diagungkan, meski pun hanya terbuat dari batu.

Buktinya, ketika di gereja ditempatkan patung-patung, pengunjungnya makin banyak. Apalagi disebarkan info bahwa patung-patung itu punya kekuatan magis, bahkan bisa jadi semacam booster untuk doa dan harapan kepada Tuhan.

Pemikiran bernuansa bisnis inilah yang kemudian diyakini kenapa akhirnya di Ka'bah sampai terdapat 360 patung.

Adalah Amr bin Luhay yang disebut-sebut sebagai orang pertama yang mendatangkan patung berhala di Jazirah Arabia.

Ternyata keberadaan patung itu lumayan efektif. Para peziarah jadi mendapat semacam nilai plus kalau mampir ke Mekkah, bisa bisnis sekalian bisa juga ngalap barokah dengan menyembah patung-patung pilihan.

Mereka meyakini bahwa beribadah dan berdoa kepada Tuhan itu akan jauh lebih tokcer dan mantab kalau lewat patung. Makanya patungnya diberi sesaji, termasuk juga diserahkan darah sembelihan hewan.

Kalau agama Islam menanggap patung dan berhala syirik, maka jelas agama baru ini sebuah ancaman serius yang beresiko membubarkan ekonomi penduduk Mekkah.

Jadi sudah tahu kan, kenapa musyrikin Mekkah ingin sekali menjegal dakwah Nabi SAW?

Ujung-ujungnya sih nggak jauh dari urusan perut juga.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat

Saturday, November 21, 2020 - 14:45
Kategori Rubrik: