Ia Tak Mau Mengaum Balik

Ilustrasi

Oleh : Herry Tjahjono

Jokowi tak ingin menjadi macan, dia ingin menaklukkan macan. Dia tak ingin bangsa ini ditakuti, tapi disegani. Untuk menjadi bangsa yang disegani, maka bangsa itu harus bermartabat (A Nation of Honor).

Maka semua energi kepemimpinannnya diarahkan pada cita-cita penaklukkan macan itu. Jika dia membangun infrastruktur habis-habisan, meski dengan narasi demi 'keadilan sosial' - sesungguhnya itu adalah demi penegakkan martabat rakyatnya di pelosok mana pun rakyat itu berada. Ia tak ingin ada rakyatnya yang ketinggalan dan terbelakang.

Demikian juga ketika ia membangun bawahannya agar berkembang, sehingga sebagian menterinya menjadi yang terbaik (terlepas masih ada yang kedodoran) - itu juga agar pemerintahannya bermartabat. Jadi jangan heran jika pemerintahannya termasuk yang dipercaya rakyatnya dibanding negara lain. Demikian juga ketika Sri Mulyani dipilih menjadi menteri terbaik, itu tentu tak lepas dari 'polesan' tangannya. Semua adalah untuk 'menaklukkan macan', disegani, menjadi bermartabat.

Dan jika pada tahun 2019 Presiden Jokowi mencanangkan sebagai milestone pembangunan SDM, itu adalah upaya pamungkas untuk 'menaklukkan macan'.

Itu pula mungkin sebabnya ia tak terlalu pusing jika di dalam negerinya banyak macan berkeliaran, mengaum sana sini. Ia tak mengaum balik, sebab ia tak pernah ingin menjadi macan. Ia ingin menaklukkan macan, dengan menjadikan bangsanya bermartabat dan disegani. Macan-macan itu tak lebih dari macan ompong, gigitannya tak menyakitkan - cuma bikin geli.

Paling banter dia juga cuma bilang : ' Aku ra po po.' - sembari terkekeh geli...

Sumber : Status Facebook Herry Tjahjono

Wednesday, February 14, 2018 - 15:15
Kategori Rubrik: