Hulaihi Ala Hiyung Gambreng

Ilustrasi

Oleh : Tamara Zavieka Abdullah

Dimana nuranimu? Dimana hatimu? Bagaimana peranmu selama ini untuk membebaskan tanah yang kau pijak dari berbagai tindakan menyimpang dengan mengatasnamakan ISLAM?

Bagaimana mungkin aku yang diberi akal waras dan perasaan yang sensitif sebagai wanita tidak angkat bicara! Diam bagiku tak mungkin, saat melihat mereka para bar-bar menginjak-injak kehormatan Ulama NU yang selama ini berperan aktif menjaga kedaulatan NKRI dan menyebarkan ISLAM dengan ramah!

Betapa para bar-bar itu mengutuk dan mengecam keras perilaku para kafir biadab yang menumpahkan darah saudara seimannya yang hidup negara lain, namun mereka diam seribu kata saat ada salah tokoh junjungan mereka menumpahkan darah anak dibawah umur di negaranya sendiri!!! Malah mereka berpendapat, ini kriminalisasi! Aku tak kuasa menerima fakta mengerikan ini.

Dengan dalih apapun, tak bisa begitu saja kita biarkan dakwah ISLAM yang RAHMATAN berubah jadi pola pergerakan ISLAM yang penuh KEKERASAN! Ingat, saat kalian mengutuk keras kebiadaban kafir China menyiksa saudara kita disana, kamipun sama juga ikut berperan aktif mengutuk mereka! Namun ketika kami mengutuk perbuatan biadab yang menumpahkan saudara kita di Yaman, kenapa kalian seakan terbungkam begitu saja!

Tidakkah kalian lihat bagaimana nasib Irak, Yaman, Al-Jazair, Mesir, Syiria, Mauritania dan negara lain yang ada di Timur Tengah, akhirnya porak poranda akibat dari seorang pecundang diberi gelar rakyatnya sebagai pahlawan, lalu berfatwa jihad memerangi sesama saudaranya sendiri! Apakah fakta yang cukup mengerikan itu akan terjadi di Negeri ini? Sungguh ini teramat ngeri.

Dulu kau ya kau sangat gencar sekali MEMFITNAH amalan kami sebagai amalan bid'ah dholalah, kau pula yang meneriaki Kiyai kami sebagai induk kesyirikan dan kau juga yang dengan berani-beraninya mengkafir-kafirkan! Kina kenapa serasa geram ketika suara sumbangmu itu kami tangkis habis-habisan? Kenapa kawan?!

Tidak cukupkah selama tahunan Guru-guru kami kau hina begitu saja?! Tidak cukupkah vampir-vampir yang kau susupkan dibarisan kami itu menghisap satu persatu darah kekuatan kami?! Ya dulu kami diam karena berharap tidak ada perang konvensional antar anak bangsa. Apalagi Guru kami tidak pernah mengajarkan dendam ataupun kebencian demi kebencian, kala itu kami bisa kekeh menahan diri dan cukup sabar lantas diam!

Namun kali ini, tidak mungkin kawan! Kekurang ajaran gerombolanmu yang tak hanya mengusik wilayah amalan dan aqidah kami, kini malah mencoba-coba meributkan ideologi negaraku, hingga seorang Presiden yang kau serang dengan serangkaian fitnah sebab tidak berpihak pada kelompokmu! Cukuplah bagi kami untuk bergerak secara seksama mengimbangi perilaku busuk itu demi penyelamatan generasi serta kedaulatan negeri yang kami cintai.

Gaya politik kalian tak ubahnya semacam gaya politik DEMAGOG. Gaya politik yang keras, kasar dan tak berperikemanusiaan. Bahkan dengan segala secara para DEMAGOGISME itu berpikir yang penting menang, walaupun berdiri di atas kemungkaran. Naudzubillah Min Dzalik!!!

kita hanya memerlukan dua kata untuk gerombolan: HULAIHI ALA HIYUNG GAMBRENG.... Yaitu: Tumbangkan / Bungkam!!!!

HAI Wanita NU, sudah tak ada lagi kamusnya kita DIAM!!!!!!!!!!!!!

Mohon ijin Gus Yaqut Cholil Qoumas

Sumber : Status Facebook Tamara Zavieka Abdullah

Friday, December 21, 2018 - 11:00
Kategori Rubrik: